Media Kampung – Viral anggota TNI AL halangi ambulans di Surabaya memicu sorotan publik setelah video menunjukkan seorang prajurit menghalangi dan menabrak mobil ambulans yang sedang melaju dengan sirine menyala. Insiden tersebut terjadi pada Senin, 27 April 2026, di Jalan Bengawan, Kecamatan Wonokromo.
Ambulans milik Yayasan Dana Sosial Al‑Falah (YDSF) dipanggil sekitar pukul 18.30 WIB untuk mengantar pasien dari RS William Booth ke RSUD dr. Soetomo. Tim medis menekankan pentingnya tiba tepat waktu karena kondisi pasien memerlukan rujukan segera.
Saat ambulans melintasi Jalan Bengawan, sejumlah pengendara sepeda motor dari arah berlawanan mengambil jalur kanan, menghalangi laju kendaraan darurat. Salah satu motorist, Kopda Sujarwo, anggota TNI AL, tiba‑tiba menabrak bodi ambulans dan melontarkan kata‑kata kasar kepada sopir.
Sopir ambulans, Varhan Adhitya, merekam kejadian itu menggunakan ponsel sambil melakukan siaran langsung, sehingga video cepat tersebar di media sosial. Rekaman menunjukkan Sujarwo berboncengan dengan istrinya, lalu menggebrak mobil ambulans tanpa alasan yang jelas.
Koordinator ambulans YDSF, Sodik, mengonfirmasi bahwa aksi tersebut menyebabkan penundaan sekitar sepuluh menit, namun kondisi pasien tetap stabil dan berhasil tiba di tujuan. Ia menambahkan bahwa tim ambulans tidak sempat menghubungi pihak berwenang pada saat kejadian.
Video viral menimbulkan kemarahan publik, terutama karena ambulans adalah kendaraan prioritas yang seharusnya mendapat hak jalan bebas hambatan. Netizen menuntut pertanggungjawaban dan menyoroti masalah disiplin anggota militer di jalan raya.
Pada Rabu, 29 April 2026, Sujarwo beserta istri dan atasan unitnya datang ke kantor YDSF untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Mereka berdiskusi selama kurang lebih satu jam, menjelaskan kronologi dan mengakui kesalahan.
Dalam pernyataan resmi, Sujarwo menyatakan, “Saya atas nama Kopda Sujarwo memohon maaf kepada driver ambulans Varhan serta seluruh pihak YDSF atas pelanggaran lalu lintas yang kami lakukan. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.”
Sementara itu, Varhan Adhitya menerima permintaan maaf tersebut dan menegaskan kembali pentingnya kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan, terutama bagi kendaraan darurat. Ia menutup pernyataannya dengan pesan agar semua pengendara tidak menghalangi ambulans.
Pimpinan TNI AL juga menerima laporan insiden ini dan menegaskan komitmen menegakkan disiplin serta memberikan edukasi kepada seluruh anggota mengenai tata tertib berlalu lintas. Tidak ada sanksi hukum yang dilaporkan hingga kini.
Kondisi pasien yang diangkut tetap menjadi prioritas utama, dan menurut tim medis, penundaan singkat tidak mempengaruhi hasil penanganan klinis. Pasien berhasil dirujuk ke RSUD dr. Soetomo dan menerima perawatan lanjutan.
Insiden ini menambah daftar kasus pelanggaran lalu lintas oleh oknum militer di Surabaya, yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sorotan media lokal. Pihak kepolisian setempat menegaskan akan meningkatkan patroli di ruas‑ruas strategis.
Setelah video viral, sejumlah lembaga sosial mengkampanyekan pentingnya memberi ruang bagi kendaraan darurat, dengan menyebarkan poster dan pesan edukatif di media digital. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Sementara itu, Sujarwo dan keluarganya melanjutkan tugasnya di unit masing‑masing setelah pertemuan maaf selesai. Mereka menyatakan akan lebih berhati‑hati dalam berkendara di jalan umum.
Sejumlah warga Surabaya melaporkan bahwa mereka kini lebih waspada ketika mendengar sirene ambulans, berusaha memberi jalan seluas‑luasnya. Hal ini mencerminkan perubahan perilaku yang diharapkan dari kampanye edukasi.
Ke depannya, YDSF berencana memperkuat koordinasi dengan otoritas lalu lintas untuk memastikan ambulans dapat menembus kemacetan tanpa halangan. Mereka juga mempertimbangkan penggunaan jalur khusus bagi kendaraan darurat.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak mengenai pentingnya menegakkan aturan lalu lintas, terutama ketika nyawa manusia berada di atas. Diharapkan insiden serupa tidak terulang lagi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan