Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tengah mempercepat rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi dengan menambah alat berat. Dari sebelumnya hanya satu unit, kini lima alat berat dikerahkan untuk membersihkan material sisa banjir di area persawahan.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyampaikan bahwa dengan penambahan alat berat tersebut, proses pembersihan lahan sawah dapat rampung dalam waktu kurang dari tiga minggu. Hal ini memungkinkan petani segera melakukan penanaman padi setelah lahan kembali siap.
Rehabilitasi ini merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang didanai APBN melalui Kementerian Pertanian. Program tersebut bertujuan mengembalikan produktivitas lahan pertanian dan menjaga stabilitas ekonomi para petani di daerah tersebut.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan perbaikan lahan sawah dengan tingkat kerusakan ringan seluas 446 hektare. Program ini berhasil diselesaikan dalam waktu 23 hari, lebih cepat dari target satu bulan yang ditetapkan pemerintah pusat setelah kunjungan kerja Menteri Pertanian pada 14 April 2026.
Secara keseluruhan, bencana yang terjadi pada akhir 2025 mengakibatkan kerusakan pada 1.263,4 hektare lahan sawah di Padang Pariaman. Rinciannya meliputi 446 hektare rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, dan 450,7 hektare rusak berat. Selain itu, sekitar 100,5 hektare sawah hilang terbawa arus sungai akibat abrasi.
Pemerintah daerah telah mengatasi sebagian lahan sawah rusak sedang seluas 198 hektare dengan bantuan APBN, namun masih ada bagian yang belum memenuhi syarat luas hamparan untuk menerima bantuan. Sementara itu, sawah yang rusak berat dan hilang belum mendapat alokasi dana rehabilitasi atau penggantian dari pemerintah pusat.
Tidak hanya sawah, kerusakan juga menimpa lahan jagung dengan rincian 382,6 hektare rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, 112 hektare rusak berat, dan 4,3 hektare hilang. Pemkab Padang Pariaman telah mengajukan permohonan dukungan ke Kementerian Pertanian untuk rehabilitasi lahan sawah rusak berat dan penggantian lahan hilang, serta pemulihan lahan jagung terdampak bencana.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan pentingnya upaya ini untuk mendukung perekonomian petani yang sangat bergantung pada hasil pertanian. Dengan dukungan alat berat dan program pemerintah, diharapkan sektor pertanian di Padang Pariaman dapat segera pulih dan produktivitas kembali meningkat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan