Media Kampung – Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, melantik Majelis Hakim MTQ Deli Serdang 2026 pada Selasa, 5 Mei 2026 di Aula Cadika, Lubuk Pakam. Acara tersebut menandai dimulainya Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kabupaten ke‑59.
Pelantikan dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia Deli Serdang, serta pimpinan OPD setempat.
Dalam sambutannya, Lom Lom menekankan pentingnya objektivitas, keadilan, dan profesionalisme bagi para hakim dalam menilai kompetisi. Ia menegaskan tugas majelis adalah mengangkat qori dan qoriah terbaik yang tidak hanya unggul dalam melafazkan Al‑Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai‑nilai suci dalam kehidupan sehari‑hari.
Wakil Bupati menambahkan bahwa pelantikan ini selaras dengan visi Kabupaten Deli Serdang untuk menjadi daerah yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan. Ia berharap acara MTQ dapat menjadi sarana syiar Islam serta pembentukan karakter generasi muda.
Majelis Hakim yang baru dilantik terdiri atas lima anggota senior yang memiliki pengalaman luas dalam kompetisi tilawatil Qur’an tingkat provinsi. Setiap hakim akan menilai dengan kriteria bacaan, tajwid, makhraj, serta pemahaman makna ayat.
Ketua Majelis Hakim, Ustadz Abdul Rahman, menyampaikan komitmen untuk menilai secara adil tanpa memihak. “Kami akan menjamin setiap peserta mendapat penilaian yang transparan dan akurat,” ujarnya.
Proses penilaian akan dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari babak seleksi kabupaten, kemudian melanjutkan ke tingkat provinsi, dan akhirnya tingkat nasional. Jadwal resmi telah disusun oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Deli Serdang.
Jumlah peserta yang terdaftar mencapai 240 qori dan qoriah dari seluruh kecamatan di kabupaten. Mereka berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam, namun bersatu dalam semangat menghafal dan melantunkan Al‑Qur’an.
Pihak kepolisian setempat memastikan keamanan selama pelaksanaan MTQ, dengan penempatan satuan tugas di setiap lokasi lomba. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif bagi peserta dan penonton.
Pengurus Panitia MTQ Deli Serdang menegaskan bahwa acara ini tidak hanya kompetisi, melainkan juga ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya membaca Al‑Qur’an dengan baik. Mereka menyiapkan workshop tafsir dan kajian ilmu Al‑Qur’an selama rangkaian acara.
Menurut data Dinas Pendidikan, lebih dari 30 sekolah menengah agama di kabupaten ikut serta dalam program persiapan MTQ. Sekolah‑sekolah tersebut mengadakan pelatihan intensif selama tiga bulan menjelang kompetisi.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung peserta melalui doa dan partisipasi aktif. “Keterlibatan warga akan memperkuat nilai kebersamaan dan gotong‑royong,” kata Lom Lom.
Media lokal, termasuk mediakampung.com, meliput pelantikan secara langsung dan menyiapkan laporan khusus tentang persiapan MTQ. Laporan tersebut menyoroti upaya pemerintah dalam memperkuat budaya keagamaan.
Selama pelantikan, simbol-simbol kebudayaan Deli Serdang dipajang, seperti kain tenun tradisional dan anyaman rotan, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan lokal. Hal ini mencerminkan sinergi antara agama dan budaya daerah.
Anggota Majelis Hakim menegaskan bahwa penilaian tidak akan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti popularitas atau latar belakang peserta. “Setiap suara akan dinilai berdasarkan kualitas bacaan,” tegas mereka.
Protokol kesehatan tetap diterapkan, meskipun situasi pandemi telah mereda. Peserta diwajibkan memakai masker pada sesi penilaian tertutup dan menjaga jarak aman.
Untuk meningkatkan transparansi, hasil penilaian akan dipublikasikan secara daring melalui portal resmi Dinas Pemuda dan Olahraga. Masyarakat dapat memantau peringkat peserta secara real‑time.
Seluruh proses pelantikan berlangsung tertib, dengan protokol keamanan ketat. Tidak ada gangguan yang dilaporkan selama acara berlangsung.
Setelah pelantikan, Majelis Hakim mengadakan rapat persiapan pertama untuk menyusun pedoman penilaian detail. Rapat tersebut dihadiri seluruh hakim, koordinator lomba, dan perwakilan panitia.
Wakil Bupati menutup acara dengan harapan MTQ 2026 dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain dalam menggelar kompetisi keagamaan yang profesional. “Semoga Allah memberkati setiap langkah kita,” tuturnya.
Hingga kini, persiapan teknis dan logistik masih berjalan lancar, dengan estimasi penyelesaian akhir pekan sebelum babak penyisihan dimulai. Panitia mengundang sukarelawan untuk membantu kelancaran acara.
Dengan pelantikan ini, Deli Serdang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan bakat qori dan qoriah muda, sekaligus memperkuat nilai‑nilai religius di masyarakat. Keberhasilan MTQ 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan