Media Kampung – Imam Ahmad, pemuka agama di Masjid Al‑Hikmah Palopo, menjadi korban pemukulan oleh warga setempat setelah menegur seorang anak yang bermain speaker di area masjid.
Insiden terjadi pada sore hari, 4 Mei 2024, di halaman masjid yang biasanya dipakai warga untuk beribadah dan kegiatan sosial.
Menurut saksi mata, Ahmad mendekati anak berusia sekitar 10 tahun yang tengah memutar musik keras melalui speaker portabel, lalu menegur agar menghentikan kebisingan.
Anak itu tidak mengindahkan peringatan, sehingga beberapa warga yang mendengar suara teriakan Ahmad beralih menjadi agresif.
Kelompok warga tersebut menyerbu Imam dengan pukulan dan tendangan, menyebabkan Ahmad jatuh ke tanah dan mengalami luka memar di wajah serta lengan.
“Saya hanya mengingatkan demi ketenangan jamaah,” ujar Ahmad setelah berhasil bangkit, sambil menambahkan bahwa ia tidak mengharapkan tindakan kekerasan.
Polisi Metro Menteng setempat menerima laporan pada pukul 17.30 WIB dan langsung mengamankan lokasi, namun para pelaku sudah melarikan diri.
Kapolsek Metro Menteng, Kompol Anton Wibowo, menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan akan menuntut pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Masjid Al‑Hikmah merupakan satu‑satunya tempat ibadah utama di Kelurahan Batu Batu, Palopo, yang melayani lebih dari 1.200 jamaah setiap hari.
Sejumlah warga mengaku merasa terganggu oleh kebisingan di area masjid, namun tidak menyetujui tindakan kekerasan terhadap Imam.
Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Sulawesi Selatan, Dr. H. Ahmad Saad, menegaskan bahwa menegur perilaku tidak sopan harus tetap dilakukan dengan cara yang santun.
Kasus serupa pernah terjadi di beberapa kota lain, namun biasanya diakhiri dengan mediasi antarwarga dan pihak masjid.
Polisi Palopo menambahkan bahwa rekaman video dari warga yang memperlihatkan kejadian akan menjadi bukti utama dalam proses hukum.
Ahmad dirawat di Puskesmas Bumi Mekar, Palopo, dengan diagnosa luka ringan dan diperkirakan pulih dalam tiga hari.
Saksi lain, Budi Santoso, menyatakan bahwa Ahmad selalu menegur dengan lembut, namun hari itu suasana menjadi tegang karena kerumunan.
Warga sekitar kini mengimbau agar permasalahan serupa diselesaikan melalui dialog, bukan kekerasan, untuk menjaga keamanan tempat ibadah.
Pengurus Masjid Al‑Hikmah berjanji akan meningkatkan pengawasan dan menegakkan aturan penggunaan peralatan elektronik di area masjid.
Kondisi terakhir, Ahmad masih dalam pemulihan, namun menegaskan komitmennya untuk terus melayani jamaah dan mengedukasi generasi muda tentang etika beribadah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan