Media KampungSemarang Night Carnival 2026 dibatalkan pada Sabtu 2 Mei karena hujan deras yang melanda kota, dan Wali Kota Agustina Wilujeng menyatakan akan meninjau opsi penjadwalan ulang demi keamanan publik.

Acara yang dijadwalkan sejak sore hari tiba-tiba dihadapkan pada intensitas hujan tinggi disertai angin kencang, membuat pelaksanaan di luar ruangan menjadi tidak aman.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas penundaan event Semarang Night Carnival pada malam hari ini,” ujar Agustina dalam konferensi pers.

Ia menegaskan bahwa keselamatan peserta, penampil, serta warga menjadi prioritas utama, sehingga tidak ada toleransi terhadap risiko apapun.

Pihak panitia bersama pemerintah kota kini sedang mengevaluasi tanggal alternatif yang lebih kondusif, sambil memastikan semangat kebersamaan tetap terjaga.

Semarang Night Carnival merupakan parade kostum tahunan yang merayakan ulang tahun ke‑479 Kota Semarang, biasanya menarik ribuan penonton dari dalam dan luar kota.

Persiapan melibatkan drumband Akademi Kepolisian, kostum megah berwarna terang, serta rute yang melewati Balai Kota hingga Lapangan Simpang Lima.

Namun pada pukul 19.00 WIB hujan deras disertai angin menghambat, sehingga peserta mulai membubarkan diri dan penonton mencari tempat berteduh.

Beberapa kelompok tetap melanjutkan, termasuk Heri Pari asal Bondowoso yang menampilkan kostum phoenix meski basah kuyup.

“Tadi saya tetap tampil meski di bawah hujan deras, beban kostum jadi lebih berat tapi kami harus tetap menjaga keseimbangan,” kata Heri kepada wartawan.

Agustina menghargai semangat peserta, menyatakan terima kasih atas dedikasi mereka dan berjanji akan memberi kesempatan bagi mereka di penyelenggaraan selanjutnya.

Hujan mulai mereda sekitar pukul 20.15 WIB, namun genangan air masih menyulitkan akses jalan protokol; pemerintah kota berjanji akan mengumumkan tanggal baru dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.