Media KampungFlyover Mangli tetap berjalan dan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jember, dengan target pelaksanaan mulai 2026 serta dukungan unit kerja khusus untuk mempercepat prosesnya.

Pemerintah daerah memastikan bahwa tahap persiapan teknis proyek sudah memasuki fase final, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang diharapkan selesai sebelum akhir 2025.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan pembentukan unit kerja khusus sebagai langkah strategis untuk mengawal proyek infrastruktur berskala nasional yang masuk ke wilayahnya, sambil berkoordinasi langsung dengan pemerintah pusat.

“Semua masih on the track. Kami sudah bentuk unit kerja untuk membantu pemerintah pusat,” ujar Fawait dalam pernyataan resmi pada 23 April 2026.

Selain flyover, pemerintah daerah juga menyiapkan pelebaran jalan dari Tanggul menuju Mangli serta pengaspalan ulang jalan utama Mangli‑Kota, yang diharapkan meningkatkan mobilitas lokal.

Proyek Pasar Tanjung dan Jalur Lintas Selatan (JLS) juga mendapatkan unit kerja terpisah, dengan target lobi selesai pada tahun ini dan pelaksanaan awal 2029.

Flyover Mangli direncanakan memiliki panjang sekitar 1,1 kilometer, dengan estimasi biaya antara Rp700 hingga Rp800 miliar, menempatkannya sebagai salah satu proyek infrastruktur terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember.

Pembiayaan akan bersumber dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan dana pusat, menunggu persetujuan final setelah DED selesai.

Pemerintah pusat menargetkan dimulainya konstruksi pada tahun 2026, dengan perkiraan durasi pembangunan tiga tahun hingga selesai pada akhir 2029.

Jika selesai tepat waktu, flyover akan mengurai kemacetan di persimpangan Mangli yang selama ini menjadi titik rawan kepadatan kendaraan.

Pengurangan kemacetan diharapkan meningkatkan daya tarik investasi, karena mobilitas yang lancar menjadi faktor penting bagi pengembang industri dan pelaku bisnis.

Fawait menambahkan, “Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Kalau kita ingin Jember lebih maju dan investasi datang, infrastrukturnya harus disiapkan,” menekankan pentingnya proyek ini bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dilakukan sejak awal, menjadikan flyover Mangli bagian dari jaringan infrastruktur strategis nasional.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, proyek ini berada pada jalur yang tepat, menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan konektivitas dan daya saing ekonomi Kabupaten Jember.

Saat ini, proses pengadaan lahan, penyusunan DED, dan persiapan tender konstruksi berada pada fase akhir, menandakan bahwa flyover Mangli siap memasuki tahap konstruksi sesegera mungkin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.