Media Kampung – Seorang pria berusia 35 tahun ditemukan tewas membusuk di kamar kos di Gianyar, menimbulkan keprihatinan warga setempat dan menuntut penyelidikan intensif.
Insiden terjadi pada Senin, 20 April 2026, di Gang Tunjung Sari, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Korban bernama I Gede Rumawan, asal Kabupaten Buleleng, bekerja sebagai buruh harian lepas dan tinggal sendiri di kamar kos tersebut.
Rumawan diketahui menempati kamar kos sejak beberapa bulan terakhir tanpa anggota keluarga yang tinggal bersamanya.
Kematian pertama kali terdeteksi oleh adiknya yang datang karena tidak dapat menghubungi korban lewat telepon.
Setelah mengetuk pintu, adik korban menemukan pintu terbuka dan melihat kondisi tubuh yang sudah membusuk di dalam ruangan.
Tim medis dan forensik yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal dan mencatat tanda-tanda dekomposisi yang signifikan.
Visum sementara menunjukkan bahwa korban diperkirakan meninggal sekitar tiga hari sebelum penemuan tubuh.
Polisi setempat segera mengamankan area, mengumpulkan barang-barang pribadi korban, dan melanjutkan proses identifikasi.
Petugas menemukan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 2941 QN, pakaian, serta ponsel milik korban yang kini disimpan sebagai barang bukti.
Hasil sidik jari dan pemindaian wajah mengonfirmasi identitas I Gede Rumawan, sesuai data kependudukan.
Warga sekitar melaporkan tidak mendengar suara atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar kamar kos pada beberapa hari terakhir.
Beberapa tetangga menyatakan bahwa korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan orang lain.
Kasus ini menambah kekhawatiran masyarakat Gianyar setelah beberapa insiden serupa terjadi di wilayah Bali dalam beberapa minggu terakhir.
Berita tentang penemuan mayat membusuk tersebar cepat di media sosial, memicu perbincangan tentang keamanan akomodasi kos di daerah tersebut.
Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Sukawati, Kepala Polisi Setempat, menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan tidak ada indikasi kekerasan eksternal saat ini.
Pihak berwajib masih menelusuri kemungkinan penyebab kematian, termasuk faktor kesehatan, kecelakaan, atau kelalaian pribadi.
Keluarga korban telah didekati oleh pihak kepolisian dan dijanjikan pendampingan dalam proses hukum serta pemulangan jenazah.
Saat ini jenazah masih dititipkan di RS Prof. Dr. Ida Bagus Ngurah Oka, Gianyar, menunggu konfirmasi akhir dari hasil otopsi lengkap.
Polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan hal serupa dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan serta keamanan tempat tinggal sementara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan