Media Kampung – Nus Kei, Ketua DPD Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, tewas setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu, 19 April 2026.

Insiden terjadi saat korban baru saja turun dari pesawat Lion Air JT880 yang datang dari Bandara Pattimura, Ambon, sekitar pukul 10.45 WIT.

Setelah melangkah menuju pintu keluar bandara, seorang pria berjas merah dan mengenakan masker menghampiri dan langsung melakukan penikaman.

Korban mengalami empat luka tusuk di dada kanan, dada kiri, leher kiri, dan tulang belakang, lalu dilarikan ke rumah sakit setempat.

Meskipun mendapatkan perawatan intensif, Nus Kei dinyatakan meninggal pada pukul 11.44 WIT karena pendarahan hebat dan kerusakan organ vital.

Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua tersangka, berinisial HR (28 tahun) dan FU (36 tahun), dalam kurun waktu kurang lebih dua jam setelah penyerangan.

Kombes Pol Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku, menyatakan kedua pelaku kini berada dalam tahanan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Satuan Reskrim.

Motif penikaman masih dalam penyelidikan, namun pihak kepolisian menegaskan tidak ada kaitan langsung dengan konflik kelompok kriminal lain.

Pihak keluarga dan simpatisan diminta menahan diri serta menyerahkan penanganan kasus kepada aparat keamanan.

Ketua DPP Golkar, Dave Laksono, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kehilangan Nus Kei yang akan menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Golkar pada 22 April 2026.

Ia menambahkan bahwa Nus Kei sempat berinteraksi dengan para anggota DPC sebelum insiden, namun tidak ada tanda bahaya yang terdeteksi sebelumnya.

Menurut saksi mata, pelaku menyerang dengan cepat tanpa mengeluarkan peringatan, sehingga korban tidak sempat melarikan diri.

Polisi telah memeriksa beberapa saksi di sekitar lokasi dan mengumpulkan rekaman CCTV bandara untuk memperkuat bukti.

Pihak keamanan bandara meningkatkan patroli dan menegaskan keamanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan terhadap tokoh politik di wilayah Indonesia bagian timur dalam beberapa bulan terakhir.

Pengamat politik menilai kejadian ini dapat mempengaruhi dinamika internal partai Golkar di Maluku Tenggara, terutama menjelang pemilihan umum mendatang.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwenang berjanji akan mengungkapkan motif serta jaringan yang terlibat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.