Media Kampung – 13 April 2026 | Satpol PP Sidoarjo melaksanakan patroli intensif pada Minggu, 12 April, untuk menegakkan ketertiban umum di sejumlah lokasi strategis.
Patroli tersebut dipimpin oleh Pleton 07 yang diperkuat dengan 19 personel, sekaligus menjadi bagian dari kegiatan cipta kondisi.
Kabid Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo, R. Novianto, menjelaskan bahwa langkah ini bersifat preventif untuk menjaga stabilitas wilayah.
Rute patroli mencakup Alun-alun Kota Sidoarjo, Jalan Gajah Mada, Jalan Majapahit, Jalan Raya Candi, serta Gading Fajar.
Lokasi lain yang dipantau meliputi Taman Pinang Indah, Jalan Raya Ponti, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Raya Jati.
Petugas juga menitikberatkan pengamanan di area yang berpotensi rawan gangguan, seperti Alun-alun dan Taman Pinang Indah.
Kehadiran Satpol PP di lapangan diharapkan memberi rasa aman bagi warga serta mencegah potensi pelanggaran.
Selain pengawasan, petugas memberikan imbauan kepada pedagang kaki lima (PKL) untuk tidak berjualan di trotoar atau sempadan jalan.
Imbauan persuasif dilakukan di titik‑titik seperti Jalan Raya Jati, Jalan Majapahit, Gading Fajar, dan Taman Pinang.
Selama patroli, dua PKL kedapatan berjualan di bahu Jalan Majapahit tepat di depan RSUD Notopuro Sidoarjo.
Petugas melakukan penertiban dengan pendekatan humanis namun tegas, kemudian mengamankan kedua pelanggar.
R. Novianto menambahkan bahwa kedua PKL akan dibina lebih lanjut di kantor Satpol PP.
Selama operasi tidak ada laporan darurat masuk melalui layanan 112.
Petugas mencatat bahwa situasi publik berjalan normal tanpa insiden signifikan.
Satpol PP menegaskan komitmen untuk meningkatkan frekuensi patroli guna menjaga ketertiban umum.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang menekankan penegakan peraturan daerah.
Patroli juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi peraturan tata ruang kepada masyarakat.
Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menciptakan lingkungan yang tertib.
Beberapa titik strategis yang dipilih merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Sidoarjo.
Pengawasan di Jalan Gajah Mada penting karena kawasan tersebut menjadi jalur utama transportasi publik.
Di Jalan Raya Candi, petugas memantau kepatuhan pedagang terhadap zona penjualan yang telah ditetapkan.
Alun‑alun Kota Sidoarjo menjadi fokus utama karena sering menjadi tempat berkumpul warga.
Taman Pinang Indah juga diawasi ketat mengingat sering menjadi tempat pasar malam dan acara komunitas.
Patroli tidak hanya menegakkan peraturan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pejalan kaki.
Satpol PP menegaskan bahwa penertiban PKL tidak bersifat memaksa, melainkan bertujuan memberikan alternatif lokasi berjualan.
Pembinaan yang diberikan meliputi sosialisasi perizinan dan penempatan kios di area yang telah disiapkan pemerintah.
R. Novianto menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara warga, pedagang, dan aparat akan memperkuat efektivitas kebijakan.
Patroli ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi masalah PKL dan pelanggaran ketertiban.
Pengawasan yang ketat juga diharapkan dapat menurunkan potensi kecelakaan lalu lintas di bahu jalan.
Satpol PP Sidoarjo akan terus memantau situasi dan menyesuaikan strategi patroli sesuai kebutuhan.
Langkah selanjutnya meliputi evaluasi hasil patroli dan penyesuaian penempatan personel.
Dengan demikian, diharapkan ketertiban publik di Sidoarjo tetap terjaga secara berkelanjutan.
Kondisi terbaru menunjukkan tidak ada gangguan berarti setelah penertiban PKL di Jalan Majapahit.
Petugas tetap waspada dan siap merespons setiap potensi pelanggaran di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan