Media Kampung – 16 Maret 2026 | Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menekankan perlunya penambahan dermaga di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk untuk mengurangi antrean kendaraan yang kerap membludak pada musim libur.
Pernyataan tersebut disampaikan saat BHS melakukan inspeksi langsung ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Senin, 16 Maret 2024. Ia meninjau layanan pelabuhan menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri, serta mengamati kepadatan antrean yang terjadi karena tumpang tindihnya momentum libur keagamaan.
- Pelabuhan saat ini memiliki tujuh pasang dermaga.
- Lebih dari 20 kapal tidak dapat beroperasi karena tidak mendapatkan slot sandar.
- Satu dermaga dapat melayani maksimal empat kapal secara bersilangan.
- Akibatnya, sekitar 40–50 % kapal terpaksa menunggu atau tidak dapat berlayar.
BHS mengusulkan penambahan dua hingga tiga pasang dermaga baru di kedua pelabuhan. Penambahan dua pasang dermaga diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas angkut hingga sekitar 40 %, memungkinkan delapan kapal beroperasi secara simultan.
Ia menyarankan dua skema pendanaan: penyertaan modal negara (PMN) kepada PT ASDP Indonesia Ferry atau alokasi langsung dari APBN. BHS berjanji akan mengangkat isu ini dalam rapat paripurna DPR RI agar percepatan pembangunan dermaga dapat segera direalisasikan.
Peningkatan kapasitas pelabuhan diharapkan tidak hanya mengurangi antrean pada musim liburan, tetapi juga memperkuat arus wisata, khususnya dengan rencana pembangunan tol yang akan menghubungkan langsung ke Banyuwangi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








