Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Lumajang meluncurkan program Setormadu atau Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu sebagai upaya mempercepat identifikasi masalah sosial dan ekonomi masyarakat secara langsung. Program ini bertujuan memastikan kebijakan daerah dapat dirancang berdasarkan kondisi nyata warga, bukan hanya data administratif semata.

Inisiatif tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah. Pada Selasa, 12 Mei 2026, di Pendopo Agung Kademanan Kecamatan Lumajang, Bunda Indah menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di lapangan untuk memahami persoalan masyarakat secara utuh. Menurutnya, laporan administratif sering kali tidak menggambarkan seluruh persoalan yang dihadapi warga.

Dengan turun langsung ke wilayah kecamatan, pemerintah dapat mengenali kebutuhan yang belum terekam dalam data resmi serta mengidentifikasi kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian lebih cepat. Bunda Indah menambahkan bahwa keterbatasan ekonomi warga sering berimbas pada akses pendidikan, kesehatan, dan kelangsungan usaha kecil. Oleh karena itu, pendekatan pelayanan terpadu menjadi kunci dalam memberikan solusi yang tepat sasaran.

Program Setormadu juga mengintegrasikan pelayanan perizinan usaha, termasuk fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku UMKM di Lumajang. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui legalitas usaha, pendampingan, dan pembukaan peluang pengembangan bisnis lokal. Selain itu, Bunda Indah mengingatkan agar lurah dan kepala desa proaktif berkomunikasi dengan warga guna mengenali persoalan sosial lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Selama pelaksanaan program, Bupati Lumajang juga melakukan peninjauan fasilitas pendidikan dan pelayanan publik untuk menilai kondisi sarana yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga rentan. Kegiatan ini bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan respons cepat dan tepat terhadap masalah yang mempengaruhi kualitas hidup warga setempat.

Setormadu menandai perubahan pola pelayanan publik di Lumajang dari yang sebelumnya mengandalkan laporan menjadi pendekatan langsung untuk mendengar dan melihat kondisi masyarakat. Dengan begitu, kebijakan sosial dan ekonomi yang dihasilkan diharapkan lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan nyata masyarakat Lumajang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.