Media Kampung – PT Taspen (Persero) Cabang Jember menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi peserta melalui tema “Taspen Hadir Melindungi dan Melayani Sepenuh Hati.” Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif di PRO 1 RRI Jember pada Kamis, 21 Mei 2026 yang membahas peran Taspen sebagai mitra terpercaya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK, pejabat negara, hingga para pensiunan.
Muhammad Nur Alam, Service Section Head PT Taspen Jember, menjelaskan bahwa makna “Hadir Melindungi” adalah peran aktif Taspen dalam memberikan jaminan sosial dan perlindungan kepada peserta, terutama ASN, PPPK, dan pejabat negara. Sementara itu, “Melayani Sepenuh Hati” berarti Taspen berkomitmen menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan nyaman bagi seluruh peserta.
Nur Alam menegaskan bahwa Taspen bukan hanya sebagai pengelola jaminan sosial, tetapi juga sebagai mitra terpercaya yang memastikan hak peserta terpenuhi dengan aman dan tepat waktu. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Taspen diberi tugas oleh pemerintah untuk mengelola program jaminan sosial bagi ASN, PPPK, dan pejabat negara. Saat ini, Taspen mengelola empat program utama, yaitu Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).
Untuk meningkatkan pelayanan, Taspen terus bertransformasi dengan menghadirkan digitalisasi layanan melalui aplikasi Andal by Taspen. Melalui aplikasi ini, peserta dapat mengakses layanan secara praktis, mulai dari pengecekan data kepesertaan hingga pengurusan administrasi tanpa harus datang ke kantor secara langsung. Nur Alam menyatakan, “Yang paling penting sekarang kami memiliki layanan digital melalui aplikasi Andal by Taspen. Peserta bisa mengecek data, informasi, hingga mempermudah pengurusan berkas secara daring.” Komitmen “melayani sepenuh hati” diwujudkan melalui pelayanan maksimal yang tulus dan berorientasi pada kenyamanan peserta.
Di sisi lain, Nur Rizwal Hidayat, HC & GA Section Head PT Taspen Jember, menambahkan bahwa prinsip “5T” menjadi standar pelayanan Taspen, meliputi Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Administrasi, dan Tepat Tempat. Prinsip ini memastikan hak peserta diterima dengan tepat, cepat, dan sesuai prosedur. “Dengan prinsip 5T, kami ingin memastikan layanan Taspen tepat sasaran dan memberikan kenyamanan kepada peserta,” jelasnya.
PT Taspen Jember juga menyadari keberagaman usia peserta, mulai dari ASN aktif hingga pensiunan lanjut usia yang memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, Taspen berusaha menghadirkan pelayanan yang ramah, mudah diakses, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta, terutama bagi pensiunan yang membutuhkan pendampingan dalam proses administrasi dan layanan lainnya. Pendekatan ini mencerminkan upaya Taspen untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga humanis dan penuh kepedulian.
Selain meningkatkan kualitas layanan, PT Taspen Jember juga mengingatkan peserta agar waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan Taspen, khususnya bagi para pensiunan. Nur Rizwal Hidayat mengimbau agar peserta melakukan tiga langkah jika menerima tawaran yang mencurigakan, yaitu tahan dulu, pastikan kebenarannya, dan laporkan. Langkah ini penting agar peserta tidak menjadi korban penipuan yang semakin banyak terjadi dengan modus beragam, mulai dari pesan singkat, telepon, hingga informasi palsu terkait bantuan pensiun.
Nur Rizwal menambahkan, “Sekarang cukup banyak berita hoaks yang beredar terkait bantuan pensiunan. Jadi mohon jangan langsung percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.” Sebagai antisipasi, peserta dianjurkan melakukan verifikasi melalui kanal resmi Taspen, termasuk layanan WhatsApp PT Taspen Jember dan media sosial resmi perusahaan.
Dalam rangka meningkatkan literasi peserta, terutama pensiunan lanjut usia, PT Taspen Jember aktif bekerja sama dengan komunitas pensiunan seperti Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Kolaborasi ini rutin dilakukan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang layanan, keamanan data, dan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang marak terjadi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan