Media Kampung – Beberapa legislator perempuan di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyampaikan protes terkait kebiasaan merokok dalam ruang rapat. Mereka merasa terganggu oleh asap rokok yang dinilai mengurangi kenyamanan dan konsentrasi selama diskusi berlangsung.

Protes ini muncul saat rapat resmi di gedung DPRD Jember, di mana asap rokok masih kerap terlihat di antara para anggota dewan. Legislator perempuan menilai aktivitas merokok dalam ruangan tertutup tidak sesuai dengan etika dan bisa membahayakan kesehatan semua peserta rapat.

Kebiasaan tersebut menjadi perhatian karena ruang rapat merupakan tempat pekerjaan resmi yang seharusnya bebas dari polusi udara, termasuk asap rokok. Selain itu, keberadaan asap rokok juga dianggap tidak mencerminkan citra positif lembaga legislatif yang harus menjadi contoh bagi masyarakat.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DPRD Jember terkait keluhan tersebut. Namun, beberapa legislator perempuan berharap agar ada langkah konkret untuk mengatur dan menegakkan larangan merokok selama rapat demi menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.