Media Kampung – Pemkab Jember merayakan Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, dengan serangkaian kegiatan yang menonjolkan kebaya, batik, dan aksi kebersihan lingkungan. Upaya ini menggabungkan nilai budaya, emansipasi perempuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Instruksi resmi dikeluarkan lewat Surat Edaran Bupati Jember No. 400.2.2.2/291/35.09.1.31/2026, yang mewajibkan seluruh ASN serta tenaga non‑ASN mengenakan kebaya bagi perempuan dan batik bagi pria di lingkungan kerja. Kebijakan ini diterapkan secara serentak di Bagian Umum, Protokol, Komunikasi Pimpinan, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan.
Kepala DisKopUKMDag, Dra. Sartini, M.M., menegaskan bahwa penggunaan pakaian tradisional menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat perempuan dalam pembangunan Jember Baru Jember Maju. Ia menambahkan, “Dengan kebaya dan batik, kami tidak hanya memperlihatkan identitas, tetapi juga menguatkan rasa kebanggaan pada warisan budaya.”
Pranata Humas Ahli Muda Setda Jember, Dian Dwi Wahyuni, S.Sos., memastikan pelayanan publik tetap berjalan lancar meski seluruh pegawai berpakaian tradisional. “Kebijakan ini tidak mengganggu tugas kami, justru menambah motivasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di Kecamatan Patrang, Camat Ajib, S.I.P., mengarahkan seluruh staf untuk memakai batik secara serentak. Langkah ini sekaligus mendukung pengrajin batik lokal, sehingga produk daerah tetap bersaing di era modernisasi. Ia menambahkan, “Kami berharap inisiatif ini menjadi ajang promosi bagi UMKM batik di Patrang.”
Kecamatan Kaliwates menampilkan kreativitas dengan menggelar kerja bakti (korve) sambil tetap mengenakan kebaya dan batik. Kasi PMKS Kecamatan, Lolita Tyas Malina, S.H., mengatakan, “Aksi kebersihan sambil berbusana tradisional membuktikan bahwa semangat Kartini dapat diwujudkan secara inovatif tanpa mengurangi makna aslinya.”
Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) memprakarsai kegiatan kurve di Jalan Kalimantan. Sekretaris Dinsos PPPA, Sri Rahayu Wilujeng, S.E., M.M., menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah wujud nyata kepedulian sosial Kartini di era modern. “Gotong royong membersihkan area publik mempererat solidaritas antarpegawai dan memberi contoh positif bagi warga,” ujarnya.
Seluruh rangkaian acara tetap memperhatikan kelancaran layanan publik. Meskipun berbusana tradisional, pegawai tetap melaksanakan tugas administratif, pelayanan front office, dan penanganan permasalahan warga tanpa hambatan. Hal ini menegaskan bahwa budaya dapat selaras dengan profesionalisme.
Kegiatan tersebut juga memperkuat jaringan kerja sama antar OPD. Setiap unit mengkoordinasikan jadwal kurve sehingga tidak mengganggu jam kerja utama, dan hasil kebersihan dilaporkan secara berkala kepada Sekretariat Daerah. Data kebersihan menunjukkan penurunan sampah jalan sebesar 18 persen selama aksi.
Partisipasi masyarakat turut meningkat ketika mereka menyaksikan pegawai pemerintah berbusana kebaya dan batik sambil membersihkan lingkungan. Beberapa warga bergabung dalam kurve, memperlihatkan antusiasme terhadap nilai gotong royong yang dipromosikan.
Penggunaan batik juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Sekolah-sekolah sekitar lokasi aksi diajak berkunjung untuk melihat proses pembuatan batik lokal, sekaligus memahami sejarah R.A. Kartini sebagai simbol emansipasi.
Secara keseluruhan, perayaan Hari Kartini di Pemkab Jember berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Kartini melalui simbol pakaian tradisional dan aksi bersih‑bersih. Inisiatif ini diharapkan menjadi pola bagi pemerintah daerah lain dalam menyatukan budaya, gender, dan lingkungan.
Kedepannya, Pemkab Jember berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan yang lebih terstruktur, dengan penambahan program pelatihan batik bagi ASN dan peningkatan frekuensi kurve di area publik. Komitmen ini mencerminkan tekad untuk terus memperkuat kesetaraan gender, melestarikan warisan budaya, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan