Media Kampung – Setelah puluhan tahun menjadi tempat sampah, bantaran Sungai Binaung di Songgon kini bersih berkat program Banyuwangi Hijau yang mengelola limbah terpadu.

Selama lebih dari tiga dekade, area tepi sungai sepanjang kurang lebih 100 meter dipenuhi tumpukan sampah dari beberapa desa di Kecamatan Songgon, termasuk sampah pasar yang sering kali mengalir ke sungai.

Rini Setyawati, warga berusia 40 tahun, mengingatkan, “Sejak saya belum lahir sudah jadi tempat pembuangan sampah,” dan menambahkan bahwa bau sampah sangat menyengat, terutama saat hujan.

Agus Purnomo, ketua RT setempat, menjelaskan bahwa sampah tidak hanya berasal dari warga Songgon, melainkan juga dari desa‑desa tetangga, sehingga pembersihan terasa sia‑sia karena sampah terus kembali.

Pembalikan kondisi dimulai pada tahun 2021 ketika TPS 3R Balak dan inisiatif Banyuwangi Hijau mulai beroperasi, dengan Kades Songgon, Qoderi, menyatakan, “Sampah dikeruk habis lalu dibawa ke TPS, bantaran sungai lalu kami bangun pagar supaya tidak dibuangi sampah lagi.”

Setelah pembuangan terpusat, warga diajari cara memisah sampah di rumah, dan petugas mengangkut limbah dua kali seminggu; sekaligus dibangun pagar pelindung untuk mencegah sampah kembali terjun ke aliran Binaung.

Hingga kuartal pertama 2026, program Banyuwangi Hijau telah menjangkau sekitar 500 ribu penduduk di 73 desa, melibatkan 127 pekerja TPS 3R, dan berhasil mengumpulkan 15.304 ton sampah, termasuk 8.548 ton organik yang diproses menjadi kompos dan 3.623 ton anorganik yang didaur ulang; Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwi Handajani, menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memisah sampah.

Prasetyo Ibnu Toat, perwakilan Project STOP Banyuwangi Hijau, menambahkan bahwa edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama keberhasilan program, sehingga pemilahan sampah kini menjadi kebiasaan harian warga.

Dengan alur pengelolaan yang terstruktur, kondisi bantaran Sungai Binaung tetap bersih hingga akhir April 2026, dan masyarakat setempat melaporkan tidak lagi menemukan sampah menggenang di tepi sungai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.