Media Kampung – Sejak awal April 2026, pencurian meteran PUDAM Banyuwangi meningkat drastis, menimbulkan kekhawatiran atas ketersediaan air bersih di wilayah tersebut; rekaman CCTV kini menjadi bukti utama dalam mengidentifikasi pelaku.
Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PUDAM, Ida Hadiyanti, menjelaskan bahwa aksi pencurian dimulai pada awal April dan sejak itu beralih dari pusat kota ke wilayah perbatasan seperti Rogojampi hingga Genteng, menandai perubahan fokus geografis pelaku.
Direktur Teknik PUDAM, Waris Paksono, menilai metode pencurian sangat terorganisir; setelah meteran dilepas, pelaku segera menutup pipa sehingga tidak ada aliran air, menandakan pemahaman teknis yang mumpuni.
Target utama pelaku adalah rumah kosong, ruko yang tidak dijaga pada malam hari, serta area pemakaman umum yang kurang pengawasan, sehingga memudahkan pencurian tanpa terdeteksi.
Rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan memperlihatkan kesamaan penampilan pelaku dan motor yang digunakan di beberapa lokasi, khususnya di Banyuwangi dan Genteng, memberikan indikasi adanya jaringan atau kelompok terorganisir.
Direktur Utama PUDAM, Abd. Rahman, menghimbau semua pelanggan yang kehilangan meteran untuk segera melapor ke kepolisian dan menegaskan kesiapan PDAM dalam memberikan pendampingan serta proses penggantian meteran.
Sejumlah pelanggan yang melaporkan kehilangan telah mendapatkan meteran baru sesuai ketentuan, sementara pihak kepolisian setempat melakukan penyelidikan lanjutan dengan dukungan tim teknis PDAM.
Bandingkan dengan beberapa tahun lalu yang hanya mencatat satu hingga dua kasus pencurian, lonjakan hingga 136 meteran pada 2026 menandakan skala yang jauh lebih masif dan memerlukan respons koordinasi lintas lembaga.
Saat ini, PDAM terus memperketat pengawasan dengan menambah titik CCTV, meningkatkan patroli keamanan pada area rawan, dan mengedukasi masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan demi menjaga kelancaran pasokan air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan