Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mempercepat vaksinasi ternak sebagai upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjelang perayaan Idul Adha. Langkah ini diharapkan menurunkan risiko penularan pada hewan kurban.

Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Nanang Sugiarto, menyampaikan hingga Februari 2026 pihaknya telah menerima 17.000 dosis vaksin PMK untuk sapi. Tambahan 10.000 dosis tiba pada pertengahan Maret untuk memperluas cakupan vaksinasi.

“Vaksinasi terus kami genjot secara merata agar kondisi tetap terkendali, terutama menjelang Idul Adha,” ujar Nanang dalam keterangan resmi. Ia menegaskan bahwa distribusi dosis akan difokuskan pada wilayah dengan konsentrasi ternak tinggi.

Pemerintah daerah juga memperketat pengawasan pergerakan ternak lintas kabupaten dan provinsi. Setiap hewan yang masuk atau keluar wilayah wajib menunjukkan bukti vaksinasi PMK sebagai syarat utama.

Sistem pelaporan berbasis aplikasi digital diimplementasikan untuk memantau pergerakan ternak secara real‑time. Petugas lapangan dapat mengakses data vaksinasi, lokasi, dan status karantina melalui platform tersebut.

Selain vaksinasi, surveilans kesehatan hewan kurban dilakukan secara bertahap. Pada hari H‑30 sebelum Idul Adha, tim veteriner turun ke pasar hewan dan kandang penyuplai untuk pemeriksaan dan vaksinasi tambahan.

Pada hari H‑14, petugas melakukan pemeriksaan lanjutan serta karantina di kandang distribusi dan lokasi strategis lainnya. Prosedur ini dirancang untuk mendeteksi potensi infeksi lebih dini.

Hingga awal April, sebanyak 17.000 dosis vaksin telah disalurkan ke peternak di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Data tersebut mencakup sapi, kerbau, dan kambing yang menjadi pilihan utama untuk kurban.

Perkiraan hingga akhir April menunjukkan lebih dari 19.000 ekor ternak telah divaksinasi. Angka ini menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Target pemerintah daerah adalah mencakup total 27.000 ekor ternak melalui program vaksinasi hingga akhir Mei 2026. Pencapaian ini dianggap krusial untuk memastikan keamanan hewan kurban.

Upaya ini selaras dengan kebijakan nasional yang menekankan pencegahan PMK menjelang Idul Adha. Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan logistik dan teknis kepada provinsi Jawa Timur.

Peternak di Banyuwangi menyambut baik percepatan program vaksinasi. Mereka melaporkan peningkatan kepercayaan konsumen terhadap kualitas hewan kurban yang telah terjamin kebersihannya.

Secara geografis, Banyuwangi terletak di ujung timur Pulau Jawa, sehingga menjadi titik transit penting bagi ternak yang masuk dari Bali dan Lombok. Pengawasan ketat di wilayah perbatasan menjadi prioritas.

Tim veteriner bekerja sama dengan aparat kepolisian dalam mengawasi jalur transportasi ternak. Pemeriksaan dokumen dan status vaksinasi dilakukan di pos pemeriksaan utama.

Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur laboratorium untuk diagnosis cepat PMK. Pemerintah setempat berupaya meningkatkan kapasitas laboratorium melalui bantuan pemerintah pusat.

Dalam jangka panjang, Banyuwangi berencana membangun pusat karantina modern yang dapat menampung ternak dalam periode observasi sebelum distribusi. Fasilitas ini diharapkan dapat menurunkan angka penularan penyakit.

Selain vaksinasi, edukasi peternak tentang pentingnya kebersihan kandang dan praktik biosekuriti juga dilakukan. Materi edukasi disampaikan melalui lokakarya dan media sosial lokal.

Hasil surveilans awal menunjukkan penurunan signifikan pada kasus PMK dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efektivitas program vaksinasi dan pengawasan yang intensif.

Para ahli kesehatan hewan menilai bahwa strategi berbasis vaksinasi massal dan pemantauan digital merupakan model yang dapat direplikasi di daerah lain. Mereka menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral.

Kondisi terkini menunjukkan program vaksinasi masih berjalan lancar, dengan distribusi dosis yang cukup dan partisipasi aktif peternak. Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelesaikan target pada akhir Mei.

Dengan langkah preventif ini, diharapkan perayaan Idul Adha di Banyuwangi dapat berlangsung aman, tanpa risiko penyebaran PMK pada hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.