Media Kampung – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menggelar Field Trip Penguatan Kader Konservasi Alam Bali Tahun 2026, sebagai bagian dari rangkaian menuju Hari Konservasi Alam Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh 23 siswa perwakilan dari tujuh SMA di Bali.

Mengusung tema “Menjelajah Alam, Belajar Tangguh dan Berkarakter”, para peserta selama tiga hari mengikuti pembelajaran di tiga lokasi konservasi: Taman Nasional Bali Barat, Taman Wisata Alam Danau Buyan-Danau Tamblingan, dan Tasta Zoo. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman mangrove, pengamatan burung, eksplorasi keanekaragaman hayati, serta pembelajaran mengenai konservasi in-situ dan ex-situ.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan, karakter, dan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian sumber daya alam. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di kawasan konservasi menjadi bekal penting bagi para kader. “Kader Konservasi Alam Bali harus memiliki komitmen yang kuat, semangat belajar yang tinggi, dan terus berbenah diri agar mampu berkembang menjadi generasi muda yang berkarakter dan berintegritas,” ujar Ratna Hendratmoko.

Ratna menambahkan bahwa peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan soft skills menjadi modal penting bagi kader konservasi untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap pengalaman selama field trip dapat diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat luas. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengalaman yang diperoleh, menularkannya kepada lingkungan sekitar, serta menjadi pelopor dalam membangun budaya konservasi di sekolah maupun di masyarakat,” jelasnya.

Sebagai penutup, BKSDA Bali memberikan penghargaan kepada peserta terbaik serta menyerahkan sertifikat kepada seluruh kader konservasi. Melalui program ini, BKSDA Bali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda sebagai agen perubahan yang peduli terhadap pelestarian keanekaragaman hayati di Bali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.