Media Kampung – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi menegaskan bahwa jemaah mandiri tetap mendapatkan layanan optimal sepanjang pelaksanaan ibadah haji. Meskipun tidak bergabung dengan kelompok bimbingan resmi, jemaah mandiri tetap menjadi bagian dari sistem pelayanan pemerintah Indonesia.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH, Abdul Basir, menyampaikan bahwa jemaah mandiri rutin hadir setiap musim haji dan selalu mendapat pendampingan. Pendampingan ini dilakukan melalui pembimbing ibadah yang ada di setiap kloter, sehingga jemaah mandiri tetap mendapatkan arahan dan dukungan selama berada di Tanah Suci.
Abdul Basir menjelaskan bahwa selain pembimbing ibadah, peran ketua rombongan dan ketua regu juga sangat penting dalam membantu memenuhi kebutuhan teknis jemaah. Layanan yang diberikan tidak hanya meliputi pembinaan tata cara ibadah, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, perjalanan, dan kebutuhan teknis lainnya.
Abdul Basir menegaskan bahwa pemerintah tidak membedakan pola pelayanan antara jemaah mandiri dan jemaah yang tergabung dalam kelompok bimbingan resmi. Semua jemaah tetap menjadi tanggung jawab PPIH dan memperoleh layanan yang setara demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Kementerian Haji dan Umrah juga menargetkan agar seluruh jemaah, termasuk yang mandiri, mendapatkan pelayanan sebaik mungkin selama di Arab Saudi. Hal ini bertujuan menjaga kenyamanan dan keamanan jemaah dalam menjalankan ibadah di tanah suci.
Dengan sistem pendampingan yang terstruktur dan berbasis kloter, PPIH yakin semua jemaah, baik yang mandiri maupun yang resmi, dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar tanpa mengalami hambatan berarti. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan optimal kepada seluruh jemaah haji Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan