Media Kampung – Hungaria menuntut Ukraina mengalirkan minyak Rusia melalui pipa Druzhba, menuding Presiden Zelensky memanfaatkan politik energi Eropa sebagai alat tawar‑menawar dalam krisis regional.
Perdana menteri terpilih Hungaria, Péter Magyar, menegaskan bahwa pasokan energi tidak boleh dijadikan senjata politik, dan meminta Rusia serta Ukraina membuka kembali jalur pipa sesuai kontrak.
Magyar menambahkan, “Jika Druzhba layak untuk pengangkutan minyak, tolong bukalah seperti yang dijanjikan; tanpa pasokan Rusia, tidak ada yang akan berfungsi,” mengutip pernyataan yang dilaporkan oleh RTVI.
Menurut data pemerintah Hungaria, negara tersebut mengonsumsi antara 140.000 hingga 160.000 barel minyak per hari, dengan 60‑65 persen berasal dari Rusia melalui Druzhba.
Jalur Druzhba, yang membentang dari ladang minyak di Rusia melewati Ukraina hingga ke beberapa negara Eropa Tengah dan Timur, merupakan salah satu pipa minyak terbesar di dunia.
Gangguan pada pipa tersebut dapat menekan sektor industri, transportasi, dan memicu inflasi, karena pasokan minyak mentah menjadi faktor kunci kestabilan harga energi domestik.
Ukraina menolak tuduhan bahwa kebijakan Zelensky bersifat politis, menyatakan bahwa keamanan infrastruktur pipa menjadi prioritas, sementara Rusia mengklaim siap memenuhi kontrak pasokan bila kondisi keamanan terpenuhi.
Sampai saat ini, pipa Druzhba masih dalam kondisi terbatas; pihak berwenang Hungaria berharap negosiasi akan menghasilkan pembukaan penuh dalam minggu-minggu mendatang untuk mengamankan pasokan energi nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan