Media Kampung – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak mengetahui asal gaji Kopdes Merah Putih, sementara anggaran APBN hanya mencakup cicilan Rp 40 triliun per tahun untuk program koperasi.

Pemerintah sedang membuka rekrutmen lebih dari 30.000 posisi manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dengan pendaftaran dibuka hingga 24 April 2026.

Purbaya menyatakan, “Koperasi saya enggak tahu, tapi yang saya bayar ke koperasi kan, hanya cicilan Rp 40 triliun per tahun itu. Yang lain saya enggak paham,” usai menghadiri Simposium PT SMI 2026 di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta.

Menurut data Kementerian Keuangan, APBN mengalokasikan Rp 40 triliun setiap tahun sebagai cicilan pembangunan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, tanpa mencantumkan sumber khusus untuk gaji manajer Kopdes.

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Teddy Bharata, menambahkan bahwa besaran gaji akan disesuaikan dengan peraturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang berlaku.

“Kalau untuk gajinya, karena sudah disampaikan bahwa ini PKWT. PKWT kan ada aturannya, kita gak bisa ngasal memberikan gaji,” ujar Teddy Bharata dalam konferensi pers terpisah.

Teddy menegaskan bahwa dana gaji tidak bersumber dari pinjaman bank sebesar Rp 3 miliar, melainkan berasal dari alokasi pemerintah yang belum dirinci secara publik.

Ia juga menyampaikan bahwa nominal gaji dapat berbeda antar wilayah, menyesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) masing-masing daerah.

Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa 35.476 orang yang terpilih akan menjadi pegawai BUMN dengan skema PKWT dua tahun.

Sebanyak 30.000 lowongan manajer Kopdes berada di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara, yang akan mengelola operasional koperasi desa dan kelurahan.

Selain itu, 5.476 posisi sisanya dialokasikan untuk pegawai di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan status kerja di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Proses seleksi meliputi tahap administrasi, tes kompetensi, dan wawancara, dengan hasil final dijadwalkan diumumkan pada Juni 2026.

Para calon manajer yang lolos akan mengikuti pelatihan manajerial dan koperasi selama dua bulan sebelum penugasan di lapangan.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan operasional, manajemen sumber daya manusia, serta pengawasan inventaris pada unit koperasi.

Setelah pelatihan, manajer akan memimpin tim lokal, mengelola stok, memastikan pelayanan publik, dan melaporkan kinerja kepada otoritas pusat.

Situasi terkini menunjukkan bahwa Purbaya akan menindaklanjuti pertanyaan tentang sumber dana gaji, sementara proses rekrutmen tetap berlangsung sesuai jadwal yang ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.