Media Kampung – SD Muhammadiyah Condongcatur di Sleman menerima kunjungan Delegasi Palestina pada Senin, 20 April 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog reformasi pendidikan. Kunjungan ini menandai langkah konkret dalam kerja sama lintas negara.

Delegasi yang dipimpin oleh pejabat Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Pemerintah Otoritas Palestina tiba di sekolah pada pagi hari, disambut oleh kepala sekolah dan tim guru. Mereka diundang melalui inisiatif bersama Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Tujuan utama kunjungan adalah membahas strategi peningkatan kualitas pendidikan di Palestina dengan memanfaatkan pengalaman Indonesia. Dukungan Australia melalui DFAT menambah dimensi bantuan teknis dan pendanaan.

Program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah) memfasilitasi agenda, menyediakan platform pertukaran pengetahuan tentang metodologi pembelajaran modern. Program tersebut juga menghubungkan lembaga pendidikan di kedua negara untuk proyek percontohan.

SD Muhammadiyah Condongcatur dikenal dengan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam dan pendekatan pembelajaran aktif. Sekolah ini telah mengimplementasikan teknologi kelas digital sejak 2022, menjadikannya contoh bagi institusi pendidikan lain.

Kepala Sekolah, Ustadz Ahmad Fauzi, menyatakan, “Kami senang dapat berbagi praktik baik kami dengan rekan-rekan Palestina, terutama dalam pengembangan kompetensi guru dan penggunaan media digital.” Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen sekolah terhadap kolaborasi internasional.

Seorang perwakilan Palestina, Dr. Hani Al‑Sabbagh, menambahkan, “Kunjungan ini membuka peluang untuk menyesuaikan kurikulum kami dengan standar internasional dan memperkuat kapasitas tenaga pendidik kami.” Ia menekankan pentingnya dukungan teknis untuk daerah konflik.

Diskusi meliputi penyusunan kurikulum inklusif, pelatihan guru berbasis kompetensi, serta integrasi sumber belajar daring. Kedua pihak sepakat untuk mengadakan workshop bersama pada kuartal berikutnya.

Sebagai hasil pertemuan, kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman yang mencakup pertukaran siswa, program beasiswa, dan pengembangan modul pembelajaran bersama. MoU tersebut akan diimplementasikan dalam fase pilot selama satu tahun.

Kerja sama ini sejalan dengan hubungan diplomatik Indonesia‑Palestina yang telah terjalin sejak era kemerdekaan, serta program bantuan pendidikan yang pernah dilakukan oleh Australia di wilayah Gaza. Kolaborasi sebelumnya mencakup penyediaan buku teks dan pelatihan guru.

Ke depan, SD Muhammadiyah Condongcatur akan mengirimkan tim ahli ke Palestina untuk membantu adaptasi teknologi kelas, sementara delegasi Palestina akan mengirimkan guru ke Yogyakarta untuk pelatihan intensif. Kedua program dijadwalkan dimulai pada pertengahan 2026.

Saat ini, kedua pihak tengah menyusun rencana aksi detail dan mengkoordinasikan sumber daya yang diperlukan. Harapan bersama adalah terciptanya model pendidikan berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.