Media Kampung – Pendakian Gunung Semeru resmi dibuka kembali pada 24 April 2026 setelah sebelumnya ditutup karena kondisi cuaca ekstrem. Namun, akses pendakian masih dibatasi hingga kawasan Ranu Kumbolo, sehingga pendaki tidak diizinkan melanjutkan ke puncak sampai kebijakan lebih lanjut.

Kebijakan tersebut dikeluarkan melalui surat edaran Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang ditandatangani oleh Kepala Balai, Rudijanta Tjahja Nugraha. Dalam pernyataannya, pembukaan jalur bertujuan untuk memulihkan aktivitas pariwisata sambil tetap menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Calon pendaki wajib melakukan pendaftaran secara daring melalui situs resmi Gunung Semeru paling lambat dua hari sebelum tanggal keberangkatan. Kuota harian ditetapkan sebesar 200 orang dengan paket pendakian selama dua hari satu malam, sehingga setiap rombongan memiliki waktu cukup untuk menjelajah area yang diizinkan.

Syarat utama meliputi usia minimal 10 tahun, sementara peserta di atas 70 tahun harus menyertakan rekomendasi dokter. Setiap pendaki harus membawa surat keterangan sehat yang berlaku hingga H‑1, identitas resmi seperti KTP, KK, atau paspor, serta izin orang tua bagi yang belum memiliki KTP. Kelompok harus beranggotakan dua hingga sepuluh orang dan dipandu oleh pemandu terdaftar.

Jalur resmi yang diperbolehkan adalah Ranupani, dan semua peserta diwajibkan melakukan registrasi ulang serta briefing di pos Ranupani sebelum memulai perjalanan. Selama pendakian, waktu maksimal mencapai Ranu Kumbolo adalah pukul 15.00 WIB, dan tenda hanya boleh didirikan di area khusus sekitar danau tersebut.

Setiap pendaki harus memakai gelang resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, membawa kantong sampah pribadi, serta melaporkan kedatangan dan kepulangan secara tepat waktu. Pelanggaran seperti overstay atau keterlambatan turun akan dikenakan sanksi administratif sesuai peraturan yang berlaku.

Meskipun terbatas, rute tetap menawarkan pemandangan ikonik seperti padang savana Oro‑oro Ombo yang dipenuhi bunga Verbena brasiliensis berwarna ungu, serta Tanjakan Cinta yang terkenal dengan tantangan medannya. Danau Ranu Kumbolo seluas 15 hektar, berada pada ketinggian 2.389 mdpl, menjadi tujuan foto favorit para pendaki.

Sebelumnya, jalur pendakian ditutup pada awal Januari 2026 hingga akhir Maret 2026 untuk melakukan revitalisasi ekosistem dan mengantisipasi cuaca ekstrem. Keputusan penutupan didasarkan rekomendasi teknis PVMBG yang menilai zona bahaya sektoral di sekitar puncak masih tinggi.

Pihak pengelola menegaskan bahwa batas pendakian hingga Ranu Kumbolo bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala. Jika kondisi vulkanik dan lingkungan tetap stabil, kemungkinan jalur menuju puncak Semeru dapat dibuka kembali pada musim pendakian berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.