Media Kampung – 14 April 2026 | Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Golkar Maluku Utara di Bella Hotel, Ternate pada 14 April 2026, sekaligus menegaskan bahwa perbedaan dukungan internal tidak boleh memicu pemecatan kader, serta menyoroti kembali kepercayaan kepada Alien Mus sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Utara.

Acara dimulai dengan sambutan Bahlil yang menekankan pentingnya menjaga solidaritas partai dalam kerangka demokrasi internal, menyatakan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal wajar namun tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Jangan sampai hanya karena perbedaan dukungan, lalu ada kader yang disingkirkan. Kita ini satu keluarga besar Golkar,” tegas Bahlil dalam pidatonya, mengingatkan seluruh kader untuk mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan kelompok.

Ia menambahkan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum strategis untuk evaluasi menyeluruh, konsolidasi kekuatan, serta perumusan gagasan baru yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar tidak boleh dikuasai oleh satu kelompok atau keluarga tertentu, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia yang berkomitmen pada pembangunan bangsa.

Dalam konteks ini, kehadiran jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) termasuk Sekjen Muhammad Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, Wakil Ketua Wihaji, dan Wakil Bendahara Dyah Roro Esti menambah motivasi bagi kader daerah.

Setelah proses pemilihan internal, Alien Mus terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Maluku Utara, menandakan dukungan solid dari kader serta semangat persatuan pasca dinamika internal.

Alien Mus menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan pusat, menyatakan bahwa kehadiran mereka menjadi suntikan energi bagi seluruh anggota partai di provinsi tersebut.

“Musda ini adalah sarana memperkuat soliditas dan merumuskan langkah strategis, terutama dalam menghadapi tantangan politik ke depan,” ujar Alien Mus, menegaskan komitmen untuk menjaga persatuan dan menghindari fragmentasi.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk mengakhiri perbedaan pilihan yang muncul selama proses musyawarah, serta bersatu demi memperkuat posisi Golkar di wilayah Maluku Utara.

Konteks politik daerah menunjukkan bahwa Golkar Maluku Utara tengah bersaing dengan partai lain dalam persiapan pemilihan umum legislatif 2029, sehingga konsolidasi internal menjadi kunci utama.

Dengan dukungan penuh Bahlil Lahadalia dan jajaran DPP, serta kepemimpinan Alien Mus yang telah teruji, partai diharapkan dapat memperkuat jaringan akar rumput, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menambah jumlah kursi legislatif pada pemilu mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.