Media Kampung – 14 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan 95 hari rangkaian kunjungan luar negeri dengan menonjolkan wujud nyata investasi, menegaskan citra kepemimpinan kuat, sekaligus menghadapi kritik atas efisiensi anggaran.
Kunjungan terbaru terjadi pada 12‑13 April 2026 ketika Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menuju Moskow untuk melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Keberangkatan dilakukan pada pukul 23.10 WIB dengan penerbangan non‑stop Garuda Indonesia selama kira‑kira 12 jam, dan tiba di Moskow pada pagi hari Senin waktu setempat.
Dalam delegasinya menyertai Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, lengkap dengan perwakilan TNI, BIN, dan Kepolisian.
Agenda utama pertemuan difokuskan pada penguatan ketahanan energi nasional melalui kerja sama dengan pemerintah Rusia, termasuk pembahasan pasokan minyak dan diversifikasi sumber energi.
“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak, menjadi prioritas strategis,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy dalam keterangan tertulis.
Menurut Teddy, di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan tersebut menjadi krusial untuk menjamin keamanan energi Indonesia serta memperluas jaringan investasi bilateral.
Selama 95 hari, Prabowo melakukan serangkaian kunjungan ke negara‑negara mitra strategis, mencakup Asia, Eropa, dan kawasan ASEAN, yang menghasilkan nota kesepahaman di bidang energi, infrastruktur, serta teknologi digital.
Di Rusia, kedua pemimpin menandatangani nota kesepahaman yang mencakup penyediaan minyak mentah sebanyak 1,5 juta barel per bulan selama tiga tahun, serta studi kelayakan proyek pembangkit listrik tenaga gas.
Keberadaan Presiden di panggung internasional menegaskan citra pemimpin yang tegas dan berwibawa, yang kemudian tercermin dalam peningkatan kepercayaan publik sebagaimana survei Poltracking menunjukkan tingkat kepercayaan 75,1 %.
Survei yang dirilis pada 13 April 2026 mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo sebesar 74,9 %, dengan 23 % responden menilai program Makan Bergizi Gratis sebagai faktor utama kepuasan.
Namun, sejumlah pihak mengkritik biaya perjalanan luar negeri yang dianggap tidak proporsional, menilai alokasi anggaran untuk kunjungan diplomatik dapat mengurangi dana bagi program domestik yang mendesak.
Pihak istana menanggapi kritik tersebut dengan menekankan bahwa investasi yang dihasilkan dari perjanjian energi dan infrastruktur akan menghasilkan nilai ekonomi berulang yang melebihi biaya perjalanan.
Setelah kembali ke Jakarta pada 14 April 2026, Prabowo mengadakan rapat internal untuk meninjau hasil pertemuan, menyusun rencana implementasi kesepakatan, dan menyiapkan agenda kunjungan berikutnya ke Jepang pada akhir bulan.
Dengan fondasi investasi yang mulai terwujud, citra kepemimpinan yang terasah, dan perdebatan publik mengenai efisiensi anggaran, perjalanan luar negeri Prabowo selama 95 hari menjadi titik tolak penting bagi kebijakan luar negeri Indonesia ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan