Media Kampung – Kebakaran apartemen Mediterania melanda kompleks hunian di Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, pada Kamis 30 April 2026. Akibat kebakaran, 89 penghuni dievakuasi dan saat ini menginap secara gratis di hotel yang disediakan pengelola.
Api dipastikan berasal dari panel listrik di ruang basement Tower C, menurut keterangan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi. Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 07.31 WIB dan segera dilaporkan kepada pemadam kebakaran.
Polisi menegaskan bahwa tidak ada unit hunian yang tersambar api secara langsung. Namun, asap tebal menyebar ke lantai atas melalui saluran kabel, menimbulkan gangguan pernapasan pada sebagian penghuni.
Tim pemadam kebakaran Jakarta Barat mengerahkan 26 mobil dan sekitar 130 personel untuk memadamkan api. Menurut Kepala Satuan Operasi Dinas Pemadam Kebakaran, Syaiful Kahfi, proses pemadaman selesai pada pukul 12.00 WIB.
Data sementara mencatat 89 orang berhasil dievakuasi melalui tangga darurat karena lift tidak dapat beroperasi. Sebanyak 20 orang masih berada di unit lantai atas dan memilih menunggu instruksi karena kondisi ruangan dianggap aman.
Walaupun tidak ada korban jiwa, 20 penghuni mengalami sesak napas akibat paparan asap. Mereka dirujuk ke beberapa rumah sakit, termasuk RS Royal Alwi Naldi dan RS Siloam Kebon Jeruk, untuk pemeriksaan lanjutan.
Pengelola apartemen Mediterania berkoordinasi dengan hotel terdekat untuk menampung penghuni yang terdampak. Hotel tersebut menyediakan kamar secara gratis, termasuk makanan dan fasilitas dasar selama proses evakuasi.
Salah satu penghuni, Aurel (24), mengungkapkan rasa lega karena dapat beristirahat di hotel setelah menurunkan barang penting. “Kami sekarang sudah dievakuasi, tinggal hotel,” ujarnya kepada media.
Manajer apartemen, Anggi, menegaskan bahwa sistem proteksi kebakaran berfungsi dengan baik, termasuk sprinkler yang menyemprotkan air secara merata. Ia menambahkan bahwa semua akses kartu dan lift otomatis dinonaktifkan untuk menghindari bahaya lebih lanjut.
Pihak pengelola menjamin bahwa akomodasi hotel diberikan tanpa biaya kepada seluruh penghuni yang kehilangan tempat tinggal sementara. Transportasi ke hotel diatur menggunakan bus khusus yang berangkat dari titik kumpul di lobi gedung.
Keamanan tambahan dipasang di area hotel, termasuk petugas keamanan dan tim medis yang siap menangani keluhan kesehatan. Seluruh proses penempatan penghuni dipantau oleh tim manajemen dan aparat kepolisian setempat.
Transportasi umum di sekitar Jalan Letjen S. Parman sempat terganggu, khususnya rute TransJakarta Baturasi‑Grogol yang ditutup sementara. Pengguna layanan diminta mencari alternatif rute atau menunggu hingga kondisi kembali normal.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai foto atau video yang menampilkan unit apartemen terbakar secara keseluruhan. Mereka menegaskan bahwa gambar‑gambar tersebut merupakan hoaks yang menyebar di media sosial.
Kapolres menambahkan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan bukti video CCTV untuk memperjelas penyebab kebakaran. Investigasi lebih lanjut akan melibatkan ahli kelistrikan untuk memastikan tidak ada kelalaian teknis.
Gedung Apartemen Mediterania memiliki 35 lantai dengan total 500 unit hunian. Struktur bangunan dilengkapi dengan sistem pemadam otomatis dan jalur evakuasi yang memenuhi standar nasional.
Selama kebakaran, lift gedung dinonaktifkan secara otomatis untuk mencegah penumpukan penumpang di dalam kabin. Evakuasi dilakukan sepenuhnya melalui tangga darurat yang berada di setiap sisi bangunan.
Sistem sprinkler aktif pada menit pertama kebakaran, memadamkan nyala api di area panel listrik. Penyebaran asap tetap menjadi tantangan utama karena saluran ventilasi yang terhubung ke ruang mekanikal.
Tim pemadam menggunakan teknik ventilasi paksa untuk mengurangi konsentrasi asap di lantai atas. Hal ini membantu mempercepat proses evakuasi dan mengurangi risiko kesehatan bagi penghuni.
Beberapa penghuni membantu tetangga mereka menurunkan barang penting melalui jendela ke balkon. Koordinasi antar penghuni terbukti meningkatkan efisiensi evakuasi pada situasi darurat.
Organisasi kemanusiaan lokal menawarkan bantuan tambahan berupa pakaian dan perlengkapan kebersihan. Namun, sebagian besar kebutuhan dasar telah dipenuhi oleh pihak hotel dan pengelola.
Proses pemadaman memakan waktu hampir lima jam, dengan fokus utama pada menekan api dan mengendalikan asap. Seluruh personel pemadam kebakaran bekerja bergiliran untuk menjaga stamina dan konsentrasi.
Pihak Dinas Pemadam Kebakaran mencatat penggunaan 260.000 liter air dalam upaya memadamkan kebakaran. Sumber air diambil dari jaringan hidrants terdekat dan truk pemadam yang diposisikan di area sekitar.
Polisi setempat terus melakukan patroli di sekitar kompleks untuk mencegah kerusuhan atau penjarahan. Mereka juga mengawasi aliran informasi di media sosial untuk menanggulangi hoaks.
Penghuni yang masih berada di dalam apartemen diminta tetap tenang dan menunggu petugas evakuasi. Tim medis melakukan pemantauan tanda vital secara berkala untuk memastikan tidak ada komplikasi kesehatan.
Manajemen apartemen berjanji akan melakukan perbaikan pada instalasi listrik basement guna mencegah insiden serupa. Renovasi dijadwalkan selesai dalam tiga bulan ke depan.
Selain itu, pihak pengelola akan meningkatkan pelatihan kebakaran bagi seluruh penghuni dan staf keamanan. Simulasi evakuasi rutin akan dilaksanakan setidaknya dua kali dalam setahun.
Hingga saat ini, semua penghuni yang ditempatkan di hotel melaporkan kondisi psikologis yang stabil. Tim konseling tersedia di hotel untuk membantu mengatasi trauma pasca‑kebakaran.
Kondisi terakhir menunjukkan bahwa apartemen masih dalam tahap pembersihan dan perbaikan struktural. Penghuni yang ingin kembali ke unit masing‑masing diharapkan menunggu pemberitahuan resmi dari manajemen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan