Media KampungPrakiraan cuaca Makkah hari ini menunjukkan suhu mencapai 38 °C pada puncak siang, dengan kelembaban hanya 20 %.

Pagi Jumat, 1 Mei 2026, suhu tercatat sekitar 24 °C, memberikan rasa sejuk sebelum terik meningkat.

Menjelang siang, suhu naik drastis dan diperkirakan mencapai 38 °C, menandakan kondisi panas ekstrim.

Di sore hari, suhu sedikit menurun menjadi sekitar 35 °C, namun tetap berada dalam zona panas tinggi.

Malam hari, suhu berangsur turun menjadi sekitar 31 °C, memberikan sedikit kelegaan setelah hari yang panas.

Kelembaban rata‑rata tercatat sekitar 20 %, menandakan udara sangat kering dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Kecepatan angin diperkirakan rata‑rata 11 km/jam, sehingga tidak cukup untuk menurunkan suhu permukaan secara signifikan.

Risiko dehidrasi tinggi mengharuskan jemaah haji meningkatkan asupan cairan secara rutin.

Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan jemaah untuk tetap terhidrasi dan menghindari paparan panas berlebih.

Jemaah haji yang berusia lanjut atau memiliki komorbiditas disarankan melaksanakan salat Jumat di hotel.

Penggunaan pelembap kulit dan wajah dianjurkan untuk mengurangi efek kulit kering akibat suhu tinggi.

Pemakaian masker saat berada di luar ruangan dapat membantu mengurangi inhalasi partikel kering.

Disarankan untuk menyemprotkan air ke kulit secara berkala guna menurunkan suhu tubuh.

Jemaah dianjurkan minum air putih atau air Zamzam minimal 200 ml per jam, tanpa menunggu rasa haus.

Air dapat dicampur dengan oralit untuk mempercepat rehidrasi bila diperlukan.

Hingga kini, jemaah haji Indonesia masih berada di Madinah sebelum melanjutkan ke Makkah.

Mereka mulai memasuki Makkah pada Kamis, 30 April 2026, menjelang Salat Jumat pertama.

Prakiraan cuaca untuk Sabtu, 2 Mei 2026, memperkirakan suhu antara 28 °C hingga 40 °C.

Trend suhu menunjukkan peningkatan bertahap menuju puncak musim panas di Arab Saudi.

Kondisi panas kering diperkirakan tetap bertahan selama beberapa hari ke depan.

Potensi suhu maksimum mendekati 40 °C pada siang hari menambah tantangan bagi jemaah.

Pengawasan kesehatan terus ditekankan oleh otoritas untuk mencegah gangguan akibat panas.

Angin ringan dengan kecepatan 11 km/jam tidak cukup untuk menurunkan suhu secara signifikan.

Salat Jumat pertama di Masjidil Haram menjadi momen penting bagi jemaah haji.

Persiapan fisik dan kesehatan menjadi prioritas utama sebelum melaksanakan ibadah.

Kapasitas Masjidil Haram tetap dijaga agar tidak terjadi kepadatan berlebih.

Travel agent dan pihak penyelenggara mengingatkan jemaah untuk mengikuti protokol kesehatan.

Layanan medis di Makkah telah dipersiapkan untuk menangani kasus dehidrasi atau heatstroke.

Petugas terus memantau kondisi cuaca dan menginformasikan update kepada jemaah secara real‑time.

Dengan langkah preventif, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman meski cuaca ekstrem.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.