Media Kampung – Bos Ducati, Gigi Dall’Igna, mengungkap kekecewaan mendalam setelah Marc Marquez dan Francesco “Pecco” Bagnaia gagal finish (DNF) di Grand Prix Spanyol Jerez.

Insiden tersebut terjadi pada akhir pekan 12 September 2024 di sirkuit Jerez‑de‑la‑Frontera, Spanyol, menambah tekanan pada tim Ducati yang tengah bersaing ketat di klasemen MotoGP.

Dall’Igna menilai bahwa kegagalan kedua pembalap utama bukan sekadar kebetulan, melainkan menandakan adanya masalah teknis yang belum terselesaikan.

Ia menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mesin, elektronik, serta pengaturan suspensi yang dipasang pada motor Ducati untuk GP Spanyol.

Menurut data resmi MotoGP, Marquez dan Bagnaia masing‑masing mengalami kerusakan mesin pada lap ke‑12 dan ke‑9, memaksa mereka turun dari kompetisi.

Tim teknis Ducati mengonfirmasi adanya anomali pada sistem pengapian yang terdeteksi melalui sensor suhu mesin selama sesi latihan bebas.

Gigi Dall’Igna menambahkan, “Kami sangat kecewa dengan performa tim pada sesi kualifikasi dan race, dan kami menuntut perbaikan total sebelum balapan berikutnya”.

Ia menekankan bahwa keputusan cepat di lintasan Jerez dapat memengaruhi peluang Ducati merebut gelar juara musim ini.

Manajer tim, Claudio D’Amore, mengakui bahwa tim sedang mengerjakan revisi pada unit kontrol mesin (ECU) untuk mengatasi lag respons throttle.

Revisi tersebut dijadwalkan selesai sebelum sesi latihan pertama di sirkuit Mugello pada 2 Oktober 2024.

Selain masalah mesin, tim juga menemukan ketidakseimbangan pada setelan chassis yang memengaruhi stabilitas saat menikung cepat.

Pengujian tambahan di fasilitas tes Ducati di Bologna menunjukkan bahwa penyesuaian sudut camber dan rake dapat meningkatkan grip hingga 5 persen.

Gigi Dall’Igna menekankan pentingnya kolaborasi antara insinyur mekanik dan pembalap untuk menyempurnakan konfigurasi sebelum kompetisi selanjutnya.

Ia menambahkan, “Kami tidak akan menerima kegagalan serupa lagi; setiap komponen harus berfungsi optimal”.

Dalam pernyataan resmi, Ducati menegaskan komitmen penuh terhadap keselamatan pembalap dan kualitas performa motor.

Perusahaan juga menyatakan bahwa akan meningkatkan prosedur inspeksi pre‑race untuk mendeteksi potensi kerusakan lebih dini.

Para analis MotoGP memperkirakan bahwa perbaikan menyeluruh dapat mengembalikan Ducati ke posisi teratas klasemen pembalap.

Data statistik menunjukkan bahwa Ducati kehilangan tiga poin penting akibat DNF Marquez dan Bagnaia di Jerez.

Jika perbaikan tidak segera diimplementasikan, peluang tim untuk mempertahankan posisi kedua di kejuaraan konstruktor dapat terancam.

Sejumlah sponsor utama Ducati, termasuk Lenovo dan Shell, menantikan laporan kemajuan teknis dalam tiga minggu ke depan.

Gigi Dall’Igna menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa tim tidak akan menunda tindakan sampai kompetisi berikutnya.

Ia menegaskan, “Kami akan meluncurkan program perbaikan total sesegera mungkin, demi kemenangan bersama”.

Berita ini diikuti oleh reaksi cepat dari para pembalap lain yang menyatakan dukungan mereka terhadap upaya perbaikan Ducati.

Beberapa pembalap mengakui bahwa masalah teknis sering menjadi faktor penentu dalam balapan berkecepatan tinggi.

Keputusan Ducati untuk melakukan audit menyeluruh pada komponen mesin diperkirakan akan memakan waktu hingga dua minggu.

Sementara itu, tim medis MotoGP tetap memantau kondisi kesehatan Marquez dan Bagnaia setelah insiden tersebut.

Para fans Ducati di media sosial menuntut transparansi penuh mengenai langkah-langkah perbaikan yang akan diambil.

Komunitas balap motor internasional menantikan hasil implementasi perbaikan ini di Grand Prix Italia selanjutnya.

Jika perbaikan berhasil, Ducati berpotensi kembali meraih podium pada pekan pertama balapan di Mugello.

Dengan fokus pada kualitas teknis, Gigi Dall’Igna berharap tim dapat mengatasi tantangan dan kembali bersaing di puncak MotoGP.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.