Media Kampung – Gempa 5.1 magnitudo mengguncang wilayah Maluku Tenggara pada Sabtu, 18 April 2026, menimbulkan getaran yang dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah sekitar.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05:19:22 WIB dengan pusat gempa berada pada kedalaman yang belum dipublikasikan.
Koordinat epicenter tercatat pada 6,10 derajat lintang selatan dan 131,32 derajat bujur timur, menandakan lokasi tepat di lepas pantai barat daya Maluku Tenggara.
BMKG menyatakan bahwa intensitas gempa mencapai skala MMI IV di beberapa kota terdekat, termasuk Ambon dan Tual, sementara daerah interior melaporkan intensitas III.
“Gempa ini tidak menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan,” ujar Kepala Pusat Gempa BMKG, Budi Santoso, menambahkan bahwa tidak ada laporan korban jiwa hingga saat ini.
Masyarakat di pulau-pulau kecil melaporkan terasa guncangan selama beberapa detik, namun tidak ada kerusakan bangunan yang meluas.
Data seismik menunjukkan bahwa gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas tektonik yang berlangsung di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Selama seminggu terakhir, BMKG mencatat total sebelas kejadian gempa dengan magnitudo bervariasi antara 3,0 hingga 5,3 di wilayah kepulauan Indonesia.
Kenaikan frekuensi gempa ini sejalan dengan pola musiman yang biasanya memperkuat pergerakan lempeng tektonik di wilayah timur Indonesia.
Pemerintah daerah Maluku Tenggara telah mengaktifkan posko penanggulangan bencana untuk memantau potensi dampak lanjutan dan memberikan bantuan bila diperlukan.
Tim SAR setempat siap melakukan evakuasi cepat jika terjadi kerusakan pada infrastruktur kritis, seperti jembatan atau fasilitas listrik.
Masyarakat di daerah rawan longsor diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat terkait keamanan struktural.
BMKG juga memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan (aftershock) dalam beberapa hari ke depan, dengan magnitudo yang dapat bervariasi.
Warga disarankan menyiapkan tas darurat, mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan, dan menghindari penggunaan lift selama gempa berlanjut.
Pusat Penelitian Geofisika Universitas Hasanuddin sedang menganalisis data rekaman seismik untuk memahami mekanisme pelepasan energi pada gempa ini.
Hasil awal menunjukkan bahwa sumber energi utama berasal dari patahan utama yang menghubungkan pulau-pulau Maluku dengan zona sesar di sekitarnya.
Informasi real-time tentang gempa selanjutnya dapat diakses melalui aplikasi resmi BMKG dan situs web Badan Meteorologi.
Sampai saat ini, tidak ada laporan kerusakan jalan raya utama atau gangguan layanan telekomunikasi yang signifikan.
Pihak berwenang akan terus memantau situasi dan memberikan pembaruan kepada publik setiap enam jam atau bila ada perkembangan penting.
Dengan demikian, gempa 5.1 magnitudo pada 18 April 2026 menambah catatan aktivitas seismik Indonesia tanpa menimbulkan dampak fatal yang luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan