Media Kampung – Jember – Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas literasi melahirkan Kampung Literasi Kaliurang di Kelurahan Tegalgede sebagai upaya memperkuat budaya literasi dan menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Program ini diresmikan dalam dialog Jember Menyapa RRI Jember pada 18 Juni 2026 dan akan memulai kelas tatap muka perdana pada 29 Juni 2026.
Kampung Literasi Kaliurang hadir untuk menjawab tantangan rendahnya indeks literasi di Kabupaten Jember. Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustip) Jember, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Jember masih berada di angka 55,45 persen. Fathurrohman, Pustakawan Dispustip Jember, menegaskan bahwa literasi merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial. Salah satu program unggulan yang telah berjalan adalah Buku Bergulir (Bulir) yang menjangkau wilayah perbatasan hingga ruang publik.
Ketua Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jember (UNEJ), Millatuz Zahroh, menjelaskan bahwa Kampung Literasi Kaliurang mengadopsi konsep literasi komprehensif yang tidak hanya mencakup baca tulis, tetapi juga literasi sains, numerasi, finansial, digital, dan sosial budaya. Program ini mendapat hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan menyasar remaja, khususnya siswa SMP dan SMA.
Ketua Kampung Literasi Kaliurang, Prita Hendriana W., menyebutkan bahwa sembilan program pembelajaran telah disiapkan, antara lain fotografi jurnalistik, pengelolaan sampah organik dan anorganik, literasi keuangan, serta pelatihan kewirausahaan seperti barista kopi. “Kami ingin menghadirkan literasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang bisa dimanfaatkan di masa depan,” ujar Prita.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kelurahan Tegalgede. Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, menilai program ini dapat membentengi masyarakat dari informasi hoaks di era digital. Meski berjalan secara swadaya tanpa anggaran khusus dari kelurahan, pihaknya siap memfasilitasi tempat kegiatan dan mobilisasi peserta. “Kami berharap Kampung Literasi Kaliurang dapat menjadi pusat pembelajaran masyarakat dan melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan informasi,” kata Shierley.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Kampung Literasi Kaliurang diharapkan menjadi model pengembangan literasi berkelanjutan yang mampu menciptakan generasi muda siap menghadapi tantangan masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan