Media Kampung – Titikan School of Art di Madiun mengembangkan pendekatan unik dalam pembinaan pelukis cilik. Tidak sekadar mengajarkan teknik menggambar, sekolah ini melatih anak-anak untuk mampu bercerita lewat lukisan mereka. Pendekatan ini ditekankan oleh Dwi Kartika, mentor dari pelukis cilik Kirana Khalila.

Menurut Dwi Kartika, anak-anak harus memahami dan mampu menjelaskan makna dari karya yang mereka buat. Kemampuan bercerita menjadi bagian penting dalam proses berkesenian. Dengan memahami isi karya, anak dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain.

“Dalam seni rupa yang penting adalah anak tahu apa yang digambarnya dan mampu menceritakannya kepada orang lain ketika ditanya. Jadi sebelum melukis, mereka kami pancing dengan cerita terlebih dahulu, lalu dieksekusi dalam bentuk visual,” ujar Dwi dalam dialog di Pro2 RRI Madiun.

Setelah karya selesai, anak-anak dilatih untuk mempresentasikan hasil karyanya. Tahap ini membantu mereka membangun kepercayaan diri sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi. Melalui sesi presentasi, anak akan menerima berbagai pertanyaan terkait lukisan yang dibuat. Dari situ, mentor dapat melihat sejauh mana pemahaman dan keterlibatan anak dalam proses kreatifnya.

“Ketika karya itu benar-benar berasal dari ide anak sendiri, biasanya mereka bisa menjawab berbagai pertanyaan secara alami. Presentasi menjadi cara untuk memastikan bahwa mereka memahami cerita dan pesan yang ada di balik lukisan yang dibuat,” katanya.

Pendekatan ini dinilai tidak hanya mengembangkan kemampuan artistik, tetapi juga melatih daya pikir dan keterampilan komunikasi anak. Dengan demikian, seni menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus keberanian menyampaikan ide kepada publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.