Media Kampung – SMAN 9 Kota Malang resmi menyambut kepala sekolah baru, Wawan Pramunadi, S.Pd., dalam acara pisah sambut yang digelar di Aula sekolah pada Rabu, 10 Juni 2026. Acara ini menandai peralihan kepemimpinan dari Budi Nurani kepada Wawan Pramunadi, dengan harapan dapat memperkuat prestasi dan inovasi di sekolah tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Muhammad Asrofi, M.Pd., jajaran Kepala SMA Negeri se-Kota Malang, Komite Sekolah, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan SMAN 9 Kota Malang. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara tersebut.
Dalam sambutannya, Budi Nurani menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah yang telah mendukung program-program selama masa kepemimpinannya. Ia berharap budaya positif dan prestasi yang telah dibangun dapat terus dipertahankan. “Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, dedikasi, dan kerja sama seluruh keluarga besar SMAN 9 Kota Malang. Semoga program-program baik yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan,” ujarnya. Budi Nurani menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 9 sejak 20 Mei 2025 hingga 29 Mei 2026.
Kepala Sekolah SMAN 9 yang baru, Wawan Pramunadi, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah diraih sekaligus menghadirkan berbagai inovasi guna meningkatkan mutu pendidikan. “Saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan ini dengan mengedepankan kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan demi peningkatan kualitas pendidikan dan prestasi sekolah,” kata Wawan. Sebelumnya, Wawan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Gondang Wetan Pasuruan.
Wawan menambahkan, tantangan pendidikan yang terus berkembang menuntut sekolah untuk adaptif dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi. “Kami ingin SMAN 9 Kota Malang terus menjadi sekolah yang berprestasi, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Asrofi mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan tata kelola pendidikan. “Rotasi kepemimpinan adalah proses yang lumrah dalam sebuah organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana semangat pelayanan dan peningkatan mutu pendidikan tetap berjalan secara berkelanjutan,” ungkap Asrofi. Ia juga mengingatkan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan yang harus terus direspons oleh seluruh satuan pendidikan. “Sekolah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital agar dapat memberikan layanan pendidikan yang semakin baik kepada peserta didik,” pesannya tegas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan