Media Kampung – Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember mengubah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci daur ulang di KB Griya Ananda Malang, menunjukkan kreativitas dan nilai ekonomi dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu wali murid, sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya daur ulang di lingkungan rumah.
Acara dilaksanakan pada 28 April 2026 di ruang kegiatan KB Griya Ananda, Malang, dengan partisipasi lebih dari dua puluh keluarga. Mahasiswa bernama Sasril Mareta memimpin sesi edukasi tentang kondisi sampah di Indonesia serta dampaknya terhadap kebersihan lingkungan.
Sasril menjelaskan bahwa sampah rumah tangga, khususnya tutup botol plastik, dapat diolah menjadi produk bernilai jual jika dikelola secara tepat. Ia menekankan bahwa peran ibu rumah tangga sangat strategis dalam mengatur aktivitas pengelolaan sampah sehari-hari.
“Edukasi tentang pengolahan sampah sangat penting terutama untuk para ibu rumah tangga, karena mereka memiliki peran utama dalam mengatur aktivitas rumah tangga sehari-hari,” ujar Sasril. Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Setelah penyampaian materi, peserta langsung mempraktikkan pembuatan gantungan kunci. Proses dimulai dengan memotong tutup botol menjadi potongan kecil, kemudian dipanaskan menggunakan setrika yang dialasi baking paper hingga meleleh.
Bahan cair tersebut dituangkan ke dalam cetakan berbentuk hewan laut, karakter lucu, maupun bentuk geometris yang menarik. Setelah mengeras, setiap gantungan kunci dipotong, dibor lubang, dan dipasangi rantai atau tali.
Hasil akhir berupa gantungan kunci unik berwarna-warni yang disukai anak-anak dan orang dewasa. Produk tersebut tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki potensi menjadi usaha rumahan berbasis daur ulang.
“Pembuatannya sangat menarik ya, ternyata yang bagi kita sampah bisa dijadikan sesuatu yang lucu,” kata Ellis, salah satu wali murid yang mengikuti pelatihan. Reaksi serupa terdengar dari beberapa ibu lainnya yang mengaku ingin melanjutkan produksi di rumah.
Kegiatan ini juga menyertakan diskusi singkat mengenai pemasaran sederhana, seperti penjualan di lingkungan sekolah atau komunitas. Peserta diajarkan cara menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual yang kompetitif.
Program KKN ini didukung oleh Fakultas Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember dan lembaga pendidikan anak usia dini Griya Ananda. Kerjasama tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi lingkungan ke wilayah lain.
Secara keseluruhan, inisiatif ini berhasil mengubah persepsi tentang sampah menjadi peluang kreatif dan ekonomis. Diharapkan kegiatan serupa akan berkelanjutan dan menjadi model bagi program KKN di perguruan tinggi lain.
Pada akhir acara, Sasril mengumumkan bahwa pelatihan lanjutan akan dijadwalkan pada bulan Mei 2026, dengan target memperluas partisipasi ke sekolah dasar sekitar Malang. Dengan demikian, upaya pengelolaan sampah rumah tangga dan pengembangan wirausaha berbasis daur ulang terus bergerak maju.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan