Media Kampung – Alvi Annafisah Fauzi, siswi asal Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, menempuh UTBK di Pusat UTBK Universitas Jember (UNEJ) pada 27 April 2026 dengan doa dan dukungan penuh orang tuanya, menandai harapan besar untuk melanjutkan studi di bidang kesehatan.

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 resmi berakhir pada Senin, 27 April 2026, setelah serangkaian sesi yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia di fasilitas UNEJ.

Alvi, yang tinggal di desa Ledokombo, menempuh perjalanan pagi-pagi buta bersama ayahnya untuk tiba tepat waktu di Fakultas Kedokteran UNEJ, menunjukkan komitmen keluarga dalam menyiapkan kondisi mental dan logistik bagi sang peserta.

Kedatangan orang tua tidak berhenti pada penjemputan; ibunya turut terlibat aktif dalam proses belajar, memberikan bimbingan materi, mengatur jadwal belajar, serta menyemangati Alvi hingga hari pelaksanaan ujian.

Saat memasuki ruang ujian, Alvi mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran kedua orang tuanya, menyebut doa mereka sebagai sumber semangat utama yang menguatkan mentalnya menjelang soal-soal sulit.

Motivasi Alvi untuk memilih Program Studi Ilmu Keperawatan dan Farmasi di Universitas Jember didorong oleh jejak langkah kakak-kakaknya yang telah meniti karier di dunia medis, sekaligus keinginan pribadi untuk berkontribusi pada pelayanan kesehatan di daerah asalnya.

Selain aspirasi profesional, Alvi menekankan bahwa keberhasilan lewat jalur SNBT menjadi harapan penting untuk meringankan beban ekonomi keluarga, mengingat biaya pendidikan tinggi dapat menjadi tantangan bagi rumah tangga mereka.

Setelah seluruh rangkaian UTBK di UNEJ selesai, peserta kini menantikan hasil seleksi yang dijadwalkan akan diumumkan secara nasional pada 25 Mei 2026 melalui portal resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Bagi Alvi, proses UTBK tidak sekadar tes akademik, melainkan langkah awal untuk membuktikan bakti kepada orang tua yang telah berkorban, sekaligus membuka pintu menuju pendidikan tinggi tanpa harus menambah beban finansial keluarga.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan kuat, “Tunggu aku membawa kabar baik nanti,” menegaskan tekad untuk mengubah doa menjadi prestasi yang dapat dibanggakan bersama.

Kisah Alvi menjadi contoh nyata betapa dukungan emosional dan spiritual dari keluarga dapat memengaruhi performa peserta dalam kompetisi seleksi yang sangat kompetitif.

Jika hasil SNBT 2026 mengukir nama Alvi dalam daftar calon mahasiswa baru, langkahnya akan memperkuat representasi pemuda Jember dalam bidang keperawatan dan farmasi, serta menginspirasi generasi berikutnya untuk mengandalkan kerja keras dan doa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.