Media Kampung – Puluhan mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) menggelar aksi protes terhadap kenaikan UKT bagi mahasiswa baru tahun 2026. Aksi tersebut berlangsung pada Senin 27 April 2026 di depan gedung rektorat UNEJ.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNEJ berangkat dari masjid kampus sekitar pukul 10.00 WIB dan berkumpul di depan pintu rektorat. Gerakan ini melibatkan perwakilan dari berbagai fakultas di lingkungan universitas.

Koordinator lapangan Aldi Febriano menjelaskan bahwa golongan UKT untuk jalur SNBP 2026 naik satu tingkat dibandingkan ketentuan sebelumnya. Perubahan mendadak tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa baru.

Aliansi Mahasiswa UNEJ menuntut peninjauan menyeluruh atas kebijakan UKT yang baru. Mereka juga meminta audit dan perbaikan sistem akademik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Mahasiswa menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas informasi terkait penetapan UKT. Selain itu, mereka meminta penangguhan pembayaran UKT bagi calon mahasiswa selama proses evaluasi berlangsung.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UNEJ, Slamin, memberikan penjelasan bahwa penetapan UKT telah melalui verifikasi berlapis. Proses tersebut meliputi pengecekan data lewat sambungan telepon dan survei faktual.

Slamin menegaskan bahwa verifikasi bertujuan memastikan subsidi pendidikan tepat sasaran, terutama bagi mahasiswa berpenghasilan rendah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi.

Rektorat menegaskan komitmen agar tidak ada mahasiswa yang gagal daftar ulang karena masalah pembayaran UKT. Mereka berjanji melakukan perbaikan teknis agar data tagihan sesuai dengan hasil verifikasi.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 125 calon mahasiswa belum menyelesaikan pembayaran UKT. Angka tersebut merupakan kurang dari empat persen dari total 3.274 peserta jalur SNBP.

Persentase kecil tersebut mengindikasikan sebagian besar calon mahasiswa telah melunasi kewajiban finansialnya. Namun, kelompok yang tertinggal tetap menjadi sorotan pihak universitas.

Aliansi Mahasiswa UNEJ mengingatkan bahwa ketidakjelasan kebijakan dapat menurunkan rasa kepercayaan mahasiswa terhadap institusi. Mereka menuntut adanya mekanisme pengaduan yang responsif dan terbuka.

Pihak rektorat berjanji akan menyusun timeline evaluasi sistem UKT dalam waktu dekat. Jadwal tersebut akan dipublikasikan melalui situs resmi UNEJ dan media sosial kampus.

Selain evaluasi sistem, rektorat juga berencana mengadakan forum dialog antara mahasiswa, dekan, dan staf administrasi. Forum ini diharapkan menjadi ruang diskusi terbuka untuk menyelesaikan permasalahan finansial.

Beberapa dosen menilai bahwa kebijakan UKT sebaiknya diselaraskan dengan kondisi ekonomi regional. Mereka menyarankan penyesuaian tarif berdasarkan indeks biaya hidup di Jawa Timur.

Pengamat pendidikan menyebut bahwa kenaikan UKT memang wajar mengingat inflasi dan biaya operasional kampus. Namun, transparansi dalam penetapan tarif menjadi kunci menghindari protes serupa.

UNIVERSITAS JEMBER telah mengumumkan bahwa audit internal akan dimulai pada minggu depan. Hasil audit akan dipresentasikan dalam rapat dewan akademik bulan depan.

Mahasiswa yang hadir dalam aksi juga menyerukan agar pihak terkait memberikan jaminan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Mereka menilai beasiswa dapat menjadi solusi jangka panjang mengurangi beban UKT.

Dengan adanya komitmen evaluasi dan audit, diharapkan situasi pembayaran UKT menjadi lebih jelas dan adil. Kondisi terbaru menunjukkan proses pembayaran berjalan lebih lancar setelah pertemuan antara mahasiswa dan rektorat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.