Media Kampung – SD Intan Permata Hati di Surabaya mengoptimalkan persiapan murid menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) melalui pendekatan rutin dan dukungan intensif guru.

Michelle, siswi kelas tiga, melaksanakan latihan soal TKA baik di kelas maupun di rumah menggunakan lembar kerja serta platform daring.

“Kami belajar matematika di kelas dan online, sehingga dapat mengerjakan soal di rumah atau sekolah. Jika belum paham, kami dapat langsung bertanya kepada guru untuk penjelasan lebih mendalam,” ujar Michelle.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meninjau kesiapan siswa pada Rabu, 22 April 2026, termasuk di SD Intan Permata Hati, menjelang pelaksanaan TKA.

Kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Praptono, yang memberi semangat kepada kepala sekolah, guru, dan siswa sebelum tes.

Selama tes, laboratorium komputer terlihat tertib; siswa fokus mengerjakan soal sementara guru pendamping memastikan prosedur berjalan lancar.

Kepala Sekolah, Dewa Made, menjelaskan bahwa persiapan TKA meliputi simulasi dan gladi bersih yang dikoordinasikan antara sekolah, Dinas Pendidikan, dan kecamatan melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah.

“Kami melaksanakan TKA dengan persiapan intensif, membekali anak-anak dengan simulasi dan gladi bersih. Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar,” kata Dewa.

Bagian kurikulum, Fani, menyebut bahwa 45 murid mengikuti TKA dan menunjukkan semangat tinggi meski beberapa masih gugup menjelang tes.

“Peserta menunjukkan motivasi tinggi, namun rasa gugup masih terasa. Kami berharap proses tes berjalan nyaman dan tetap mendukung mereka,” tambah Fani.

Persiapan dimulai sejak Januari dengan kelas tambahan khusus matematika, guna memperkuat kemampuan dasar sebelum menghadapi soal TKA.

Karena pembelajaran di sekolah menggunakan Bahasa Inggris, siswa harus beradaptasi dengan soal yang disajikan dalam Bahasa Indonesia, sehingga latihan bahasa menjadi bagian penting.

Fani menekankan bahwa pendekatan belajar terstruktur dan peran aktif guru menjadi faktor utama agar murid dapat menghadapi TKA dengan percaya diri.

Setelah pelaksanaan, suasana menunjukkan bahwa proses berjalan sesuai rencana, dengan semua murid menyelesaikan tes tepat waktu dan tanpa kendala teknis.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan tenaga pendidik dalam menyiapkan generasi yang disiplin, fokus, dan tahan uji sejak usia dini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.