Media Kampung – David Julianto, siswa asal Jember, tetap maju mengejar impian kuliah meski harus berjuang tanpa sosok ibu dan merawat ayah yang sedang sakit, serta menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Pada hari ketiga Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) di Universitas Jember, Kamis 23 April 2026, ia menorehkan performa yang menginspirasi banyak pemuda sekitarnya.
David berangkat ke kampus sejak fajar bersama empat sahabat karibnya, menempuh perjalanan dengan semangat tinggi dan harapan besar untuk menembus program Agribisnis dan Agroteknologi.
Ia mengaku tidak pernah merasa sendirian karena dukungan guru, teman, dan lingkungan sekolah menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi ujian.
“Seleksi UTBK membuat saya tidak tenang, tetapi dukungan guru dan teman membuat saya berani menghadapi tantangan ini,” ujar David dengan keyakinan.
Kehilangan ibunya beberapa tahun lalu meninggalkan kekosongan emosional, namun ia memaknai kehilangan tersebut sebagai motivasi untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar.
Sementara itu, ayahnya kini berada di rumah sakit dengan kondisi kronis, menambah beban ekonomi keluarga yang harus tetap dipenuhi untuk biaya pendidikan.
Seorang guru di pondok pesantren pernah menasihatinya, “Jika tidak ada biaya, insyaallah Allah akan membantu,” kata yang terus terngiang di benak David saat ia ragu melanjutkan kuliah.
David sempat melewatkan pendaftaran beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP‑K) karena keterlambatan, namun ia tetap optimis bahwa peluang beasiswa lain dapat terbuka.
Ia menegaskan bahwa bila tidak mendapatkan beasiswa, ia siap bekerja sambil menempuh kuliah untuk menutupi biaya hidup dan pendidikan.
Bagi David, kuliah bukan sekadar gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk mengangkat derajat keluarga serta mewujudkan kebahagiaan orang tua yang kini berada di ambang keterbatasan.
Meski banyak peserta UTBK didampingi orang tua, David tidak merasa minder; ia justru melihat situasi tersebut sebagai pelajaran kemandirian sejak dini.
Persahabatan yang terjalin selama persiapan UTBK menjadi jaringan pendukung emosional, memberikan rasa aman dan motivasi tambahan ketika tekanan semakin berat.
Setelah menyelesaikan sesi UTBK, David menantikan pengumuman hasil seleksi sambil tetap fokus pada rencana studi dan usaha mencari beasiswa atau pekerjaan paruh waktu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply