Media Kampung – Infrastruktur pendidikan rusak dan minimnya guru lokal menjadi prioritas utama Dinas Pendidikan Bondowoso menjelang pertengahan 2026, menimbulkan tekanan pada kebijakan pemerintah daerah.
Pada 23 April 2026, Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengunjungi dua buah sekolah dasar di Kecamatan Wringin Rabu untuk menilai kondisi bangunan.
Ia menemukan bahwa SD Banyuwuluh 2 dan SD Banyuwuluh 4 mengalami kerusakan struktural yang mengancam keamanan siswa serta menghambat proses belajar mengajar.
Masalah tenaga pendidik juga teridentifikasi, karena sebagian besar guru di SD Banyuwuluh 4 berasal dari kota dan harus menempuh perjalanan sekitar dua jam pulang‑pergi setiap hari.
“Kalau guru itu dipindah, siapa yang mengajar. Tidak ada masyarakat lokal yang menjadi guru,” tegas Taufan Restuanto saat menjelaskan kesulitan mencari pengganti.
SD tersebut menampung 69 siswa kelas dasar dan 15 siswa kelas menengah pertama, sementara tidak ada calon guru lokal yang siap mengisi posisi kosong.
Memindahkan guru yang ada berisiko menimbulkan kekosongan total, sehingga Dinas Pendidikan menolak opsi rotasi tanpa solusi jangka panjang.
Bupati Bondowoso telah mengusulkan SD Banyuwuluh 4 masuk peringkat pertama dalam program revitalisasi pendidikan yang dikelola pemerintah provinsi.
Jika tidak ada keputusan akhir hingga Juni 2026, pihak Dinas akan mengajukan perbaikan melalui dana P‑APBD sebagai alternatif pembiayaan.
Selain masalah fisik, Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga menjadi tantangan karena sinyal internet yang lemah memaksa beberapa siswa mengikuti mekanisme susulan.
Taufan menegaskan, “Sehingga kami memutuskan TKA wajib” sebagai langkah memastikan keadilan dalam penerimaan siswa baru.
Gelombang pertama, kedua, hingga keempat TKA telah selesai, namun susulan masih diperlukan untuk memastikan semua sekolah, termasuk SMP, dapat menyelenggarakan ujian secara merata.
Masalah serupa tercatat di beberapa desa lain di Kabupaten Bondowoso, menunjukkan pola umum infrastruktur pendidikan yang belum optimal.
Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan alokasi anggaran dan mempercepat proses perbaikan bangunan serta rekrutmen tenaga pendidik lokal.
Keputusan final mengenai program revitalisasi dan alokasi P‑APBD dijadwalkan akan diumumkan pada rapat koordinasi bulan depan.
Saat ini, perbaikan sementara seperti penambahan lampu darurat dan perbaikan atap telah dilakukan di SD Banyuwuluh 4 untuk mengurangi risiko selama proses evaluasi.
Dengan fokus pada perbaikan infrastruktur pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pengajar, Dinas Pendidikan Bondowoso berharap dapat mengurangi beban perjalanan guru serta meningkatkan hasil belajar siswa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply