Media Kampung – Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menegaskan pentingnya peran perempuan digital dalam memperkuat pendidikan nasional pada peringatan Hari Kartini 2026. Inisiatif tersebut bertujuan mendorong perempuan Indonesia untuk menguasai ruang digital serta meningkatkan partisipasi mereka di sektor pendidikan.

Aisyiyah, sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia, meluncurkan program pelatihan teknologi bagi perempuan di seluruh wilayah nusantara. Program ini mencakup kursus coding, literasi data, dan penggunaan platform pembelajaran daring.

Salmah Orbayinah mengatakan, “Kita tidak hanya merayakan emansipasi, tetapi juga menyiapkan generasi perempuan yang kompeten di era digital untuk mengisi kebutuhan pendidikan masa depan.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja yang dihadiri delegasi provinsi.

Program pelatihan tersebut direncanakan mencakup lebih dari 10.000 peserta perempuan pada tahun 2026, dengan target khusus di daerah‑daerah dengan akses internet terbatas. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan perusahaan teknologi akan memperkuat infrastruktur pembelajaran.

Pembentukan komunitas digital perempuan di setiap cabang Aisyiyah diharapkan menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman. Komunitas ini akan mengadakan webinar bulanan serta forum diskusi daring.

Selain pelatihan teknis, Aisyiyah juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan formal bagi perempuan. Upaya ini meliputi beasiswa bagi siswa perempuan di jurusan sains dan teknologi di perguruan tinggi.

Data Kementerian Pendidikan menunjukkan peningkatan enrolmen perempuan di jurusan STEM sebesar 7,5 persen pada tahun 2025. Aisyiyah berencana memperluas beasiswa tersebut ke tingkat vokasi dan diploma.

Dalam konteks kebijakan, Aisyiyah mengusulkan penambahan mata kuliah literasi digital dalam kurikulum nasional. Usulan tersebut diajukan pada rapat Dewan Pendidikan pada akhir bulan Maret 2026.

Penguatan peran perempuan digital juga dianggap strategis untuk mengurangi kesenjangan gender di pasar kerja. Studi OECD 2024 mengidentifikasi bahwa keterampilan digital meningkatkan peluang kerja perempuan hingga 15 persen.

Sejumlah tokoh perempuan muda yang telah mengikuti pelatihan Aisyiyah berbagi kisah sukses mereka. Salah satunya, Rina Suryani, kini menjadi mentor di platform e‑learning nasional.

Dengan menempatkan perempuan pada posisi sentral dalam transformasi digital, Aisyiyah berharap dapat mempercepat tercapainya tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 5 tentang kesetaraan gender. Langkah ini juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menekankan inovasi inklusif.

Ke depan, Aisyiyah akan memantau perkembangan partisipasi perempuan digital melalui indikator kuantitatif dan kualitatif, serta menyajikan laporan tahunan kepada publik pada peringatan Hari Kartini berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.