Media Kampung – 16 April 2026 | Majelis Tabligh Muhammadiyah Yogyakarta menegaskan pentingnya menyiapkan generasi tangguh di era digital serta kuat secara mental pada ceramah yang disampaikan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan.

Fadhlurrahman, anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah, menyampaikan pesan tersebut pada Ahad, 12 April 2026, di hadapan jamaah kampus dan masyarakat sekitar.

Era digital menuntut keterampilan teknologi yang cepat berubah, sementara tantangan psikologis semakin kompleks bagi remaja.

Data BPS 2025 menunjukkan bahwa 78 persen pemuda berusia 15‑24 tahun di Yogyakarta menghabiskan lebih dari empat jam per hari di media sosial.

Kesehatan mental menjadi sorotan utama karena meningkatnya kasus stres, kecemasan, dan depresi di kalangan generasi muda.

Fadhlurrahman menekankan, ‘Kita harus menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat secara mental untuk menghadapi tekanan zaman.’

Ia mengajak orang tua untuk tidak sekadar mengontrol layar gadget, melainkan memberikan ruang dialog terbuka tentang perasaan dan aspirasi anak.

Selain itu, sekolah diharapkan mengintegrasikan kurikulum literasi digital dengan pembelajaran karakter yang menumbuhkan rasa tanggung jawab.

Masjid-masjid dapat menjadi pusat pembinaan mental melalui kajian rutin yang mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan tantangan digital.

Program workshop literasi digital yang direncanakan oleh Muhammadiyah Yogyakarta melibatkan praktisi TI untuk melatih siswa mengelola data pribadi secara aman.

Di samping itu, pelatihan resilien mental diselenggarakan oleh psikolog terakreditasi untuk memperkenalkan teknik coping yang efektif.

Kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan memungkinkan penelitian bersama tentang dampak penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Statistik Kementerian Kesehatan 2024 mencatat peningkatan 15 persen kasus gangguan kecemasan pada usia remaja dibandingkan tahun sebelumnya.

Target jangka menengah program ini adalah menurunkan angka tersebut menjadi di bawah 10 persen pada akhir 2027.

Acara peluncuran inisiatif akan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di Gedung Kegiatan Muhammadiyah, menampilkan panel diskusi lintas sektor.

Hingga kini, lebih dari 200 relawan telah mendaftar untuk menjadi mentor digital dan konselor mental di wilayah Yogyakarta.

Kondisi terbaru menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan pelajar, dengan pendaftaran workshop pertama mencapai kapasitas penuh dalam dua hari.

Dengan sinergi antara agama, pendidikan, dan teknologi, diharapkan generasi Yogyakarta dapat tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, beretika, dan mental kuat di tengah perubahan zaman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.