Media Kampung – 15 April 2026 | Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) yang baru, Muhamad Rofiq Muzakkir, menegaskan fokus utama kepemimpinan 2026‑2030 pada keberlanjutan, inovasi, dan penguatan keilmuan dalam rangka memperkuat peran pendidikan Islam di Indonesia.

Penyampaian visi tersebut terjadi pada upacara pelantikan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Jumat 10 April 2026. Rofiq menekankan pentingnya mengintegrasikan metodologi pembelajaran modern dengan nilai‑nilai tradisional Muhammadiyah, serta mengoptimalkan sumber daya manusia dan materi untuk mencapai target jangka panjang. Ia menargetkan peningkatan 30 persen jumlah peserta didik aktif serta peningkatan kualitas penelitian keilmuan dalam lima tahun mendatang.

Dalam penjelasannya, Rofiq menguraikan tiga pilar strategis: pertama, program keberlanjutan yang meliputi pengelolaan fasilitas kampus berbasis energi terbarukan dan pengurangan jejak karbon; kedua, inovasi kurikulum yang menggabungkan teknologi digital, pembelajaran daring, serta pendekatan interdisipliner antara ilmu agama dan sains; ketiga, penguatan keilmuan melalui pembentukan pusat riset, beasiswa doktoral, dan kolaborasi dengan universitas nasional serta internasional. Ia juga menyebutkan alokasi anggaran tahunan sebesar Rp 12 miliar untuk mendukung inisiatif tersebut.

“Saya berkomitmen untuk menjadikan PUTM sebagai lembaga yang tidak hanya menghasilkan ulama yang kompeten, tetapi juga peneliti yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Muhamad Rofiq Muzakkir dalam sambutan usai pelantikan.

PUTM, sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi milik Muhammadiyah, telah beroperasi sejak 1975 dengan tujuan utama menyiapkan kader keagamaan yang berwawasan luas. Kepemimpinan baru ini datang pada momentum peningkatan peran lembaga keagamaan dalam dialog antargereja dan kontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional. Rofiq juga menyinggung pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah Yogyakarta serta sektor swasta untuk memperluas jaringan kerjasama.

Sejak pelantikan, Rofiq telah menginstruksikan tim manajemen untuk menyusun rencana aksi pertama yang akan diluncurkan pada kuartal berikutnya, mencakup audit energi kampus, penyusunan modul pembelajaran berbasis AI, serta pembukaan program doktoral bidang ilmu sosial‑keagamaan. Dengan langkah‑langkah tersebut, PUTM diharapkan dapat menjadi contoh institusi pendidikan Islam yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.