Media Kampung – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada Oktober 2026. Dengan penambahan ini, daftar saham HSC bertambah menjadi 79 emiten. BEI memperluas cakupan screening dengan menurunkan ambang kapitalisasi pasar dari Rp10 triliun menjadi Rp5 triliun. Sebanyak 19 saham masuk daftar terbaru, sementara FILM dan MGLV keluar.
Masuk daftar HSC bukan berarti saham otomatis jelek. Namun, konsentrasi kepemilikan yang tinggi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko likuiditas dan membuat pergerakan harga lebih sensitif terhadap transaksi tertentu. Saham HSC yang turun belum tentu murah, begitu juga yang naik tinggi belum tentu mahal secara fundamental.
Per 13 Oktober 2026, sebanyak 50 saham mencatatkan return negatif YTD, dengan RISE turun paling dalam 90,25 persen dan ALKA naik paling tinggi 1.675,96 persen. Investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi, fundamental, prospek bisnis, dan likuiditas sebelum mengambil keputusan.
High Shareholding Concentration (HSC) adalah kondisi ketika kepemilikan saham perusahaan terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham saja. Meskipun sebuah perusahaan punya kapitalisasi pasar besar, saham yang benar-benar tersedia dan aktif diperdagangkan di pasar bisa saja terbatas. Kondisi ini perlu diperhatikan karena saham dengan likuiditas rendah cenderung lebih rentan mengalami pergerakan harga yang besar ketika ada transaksi tertentu.
BEI mengumumkan daftar HSC sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar modal. Jadi, status HSC bukan berarti perusahaan melakukan pelanggaran atau bisnisnya sedang bermasalah. Status ini lebih menjadi pengingat agar kita memahami risiko saham sebelum membelinya.
Strategi untuk Investor Ritel
Investor ritel sebaiknya memantau perubahan ini dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan:
- Analisis fundamental: Tinjau laporan keuangan dan prospek bisnis emiten yang masuk daftar HSC.
- Perhatikan likuiditas: Pastikan saham yang dipilih memiliki likuiditas yang cukup untuk menghindari risiko pergerakan harga yang ekstrem.
- Diversifikasi portofolio: Jangan hanya berfokus pada satu atau dua saham HSC, tetapi sebarkan investasi pada beberapa emiten untuk mengurangi risiko.
- Ikuti berita dan perkembangan: Tetap update dengan informasi terbaru mengenai pergerakan pasar dan emiten yang Anda investasikan.
Dengan strategi yang tepat, investor ritel dapat memanfaatkan peluang yang ada meskipun di tengah tantangan yang dihadapi oleh saham HSC.













