Media Kampung – Indeks KOSPI Korea Selatan berhasil rebound pada perdagangan Rabu (24/6/2026) setelah mengalami kejatuhan tajam pada hari sebelumnya. Indeks acuan bursa Korea Selatan ini ditutup naik 267,18 poin atau 3,26% ke level 8.471,02, memulihkan sebagian kerugian besar yang terjadi pada Selasa (23/6/2026) ketika indeks anjlok 910,71 poin atau 9,99% ke 8.203,84.

Kejatuhan pada Selasa lalu merupakan penurunan harian terdalam sejak Maret 2026 dan memicu penghentian perdagangan otomatis selama 20 menit di seluruh bursa. Aksi jual besar-besaran oleh investor asing, khususnya di sektor semikonduktor, menjadi pemicu utama. Otoritas pasar modal Korea Selatan bahkan menyebut kemungkinan terlalu cepat dalam menyetujui produk leveraged fund yang terkait dengan saham chip terkemuka, yang diduga memperkuat volatilitas.

Pemulihan pada Rabu dipimpin oleh raksasa semikonduktor Samsung Electronics Co yang sahamnya melonjak 9,84%. SK Hynix Inc juga naik 0,98%. Kedua saham ini sebelumnya ambles lebih dari 12% pada sesi sebelumnya. Samsung Electronics dan SK Hynix kini mencakup hampir 60% dari total kapitalisasi pasar KOSPI, menjadikan pergerakan saham mereka sangat menentukan arah indeks.

Analis menilai volatilitas ekstrem KOSPI tahun ini mengingatkan pada fenomena meme stock, dengan frekuensi pergerakan harian di atas 5% mencapai 20 kali sepanjang 2026, dibandingkan hanya dua kali pada 2025. Lonjakan minat ritel terhadap leveraged single-stock ETF dan dominasi dua saham terbesar menjadi faktor utama di balik fluktuasi ini.

Di sisi lain, sentimen positif datang dari prospek perdamaian AS-Iran yang mengurangi ketegangan geopolitik, serta ekspektasi kesepakatan dagang bersejarah antara India dan AS. Namun, kekhawatiran atas valuasi mahal dan belanja modal perusahaan teknologi yang belum pasti tetap membayangi pasar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.