Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,55 persen ke level 6.220 pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Di tengah koreksi tersebut, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan nilai transaksi, mencapai Rp1,94 triliun sepanjang hari.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat total volume transaksi mencapai 33,39 miliar saham dengan frekuensi 2,37 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.804 triliun dengan total nilai transaksi Rp23,87 triliun. Sebanyak 288 saham menguat, 391 saham terkoreksi, dan 137 saham stagnan.

Tujuh dari sebelas sektor di BEI ditutup di zona merah. Sektor energi menjadi yang paling tertekan, dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 6,71 persen dan PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 5,84 persen. Sementara itu, sektor infrastruktur justru mencatat kenaikan 0,42 persen, didorong oleh saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang naik 6,91 persen.

Dari sisi nilai perdagangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak diburu dengan transaksi Rp2,99 triliun, disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp1,94 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp1,28 triliun. Adapun saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif ditransaksikan dengan volume 133,36 juta saham.

Pada sesi pertama perdagangan yang sama, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp2,59 triliun di seluruh pasar. Namun, saham TPIA justru menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp270,51 miliar, menurut data Stockbit Sekuritas. Aksi jual asing terhadap TPIA berbanding terbalik dengan minat mereka terhadap saham perbankan seperti BBCA yang mencatat net buy Rp288,87 miliar dan BBRI Rp278,65 miliar.

Tekanan jual asing di saham TPIA terjadi menjelang pengumuman hasil review MSCI terhadap klasifikasi pasar Indonesia yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Pasar masih menanti apakah Indonesia tetap di emerging market atau mengalami downgrade ke frontier market, yang dapat memengaruhi persepsi investor global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.