Media KampungDesa Les di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, berhasil menjadi contoh nyata pengembangan desa wisata yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada 2024, desa ini mengoptimalkan potensi alam dan budaya lokal untuk menciptakan destinasi wisata berkelanjutan yang telah menjangkau lebih dari 800 warga.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menekankan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara seimbang. “Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, dan identitas budaya yang dimiliki masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Letak geografis Desa Les yang memiliki bentang alam beragam—dari perbukitan, lahan pertanian, hingga kawasan pesisir—menjadi modal utama. Lahan tersebut selama ini menjadi sumber penghidupan warga melalui sektor perikanan dan produksi garam tradisional. Kini, potensi itu dikembangkan menjadi berbagai aktivitas wisata, seperti wisata pantai, air terjun, dan kegiatan berbasis komunitas.

Di bidang kesehatan, masyarakat bersama kader kesehatan menjalankan program untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, termasuk layanan Posyandu, edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk. Sementara di sektor pendidikan, program difokuskan pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan bahasa Inggris dan pembekalan kepariwisataan. Upaya ini diharapkan melahirkan pemandu wisata lokal yang mampu melayani wisatawan mancanegara.

Pelestarian lingkungan menjadi pilar penting. Warga terlibat dalam konservasi dan transplantasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta produksi pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga. Melalui program pengelolaan sampah, masyarakat didorong memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kebun dan dipasarkan untuk menambah nilai ekonomi.

Di sektor usaha, tradisi pembuatan garam secara turun-temurun tetap dipertahankan. Garam tradisional menjadi produk unggulan desa yang dipasarkan melalui BUMDes Giri Segara. Pengembangan potensi lokal ini mendorong peningkatan kesejahteraan: program DSA mencatat peningkatan pendapatan warga hingga 25 persen, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperluas pasar produk lokal.

Atas keberhasilan tersebut, Desa Les meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu menjadi indikator keberhasilan pengembangan desa wisata yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.