Media Kampung – Thailand Travel Mart (TTM) 2026 yang berlangsung pada 10-12 Juni di NICE Pattaya Convention and Exhibition Center menjadi ajang promosi besar-besaran kekayaan wellness tourism Thailand. Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengusung tema “Healing is the New Luxury” untuk menekankan bahwa kemewahan dalam berwisata bukan soal harga mahal, melainkan pengalaman yang meningkatkan kesejahteraan.

Pattaraanong Na Chiangmai, Deputy Governor untuk International Marketing (Asia and South Pacific) TAT, menjelaskan bahwa konsep luxury dalam kampanye ini merujuk pada well-being. Wisatawan diajak merasakan relaksasi dan pengalaman transformatif melalui beragam destinasi, kuliner, dan produk baru Thailand.

Strategi TTM 2026 menyasar tiga segmen utama: wisatawan jarak jauh yang mencari transformasi diri dan investasi kesehatan, wisatawan jarak dekat yang menginginkan liburan singkat dengan akses mudah ke kuliner dan hiburan, serta wisatawan domestik melalui kampanye Amazing Thailand x LISA “Feel All the Feelings”.

Thapanee Kiatphaibool, Governor TAT, menyatakan bahwa TTM selalu menjadi platform penting bagi industri pariwisata Thailand. Tahun ini, ajang tersebut mempertemukan 969 mitra dari berbagai negara untuk berdiskusi dan membentuk masa depan pariwisata.

Di area pameran, TTM 2026 menghadirkan zona Nature Care dan Self Care yang menampilkan kekayaan kawasan Timur Thailand, mulai dari pantai, produk wellness dan spa, kearifan lokal, hingga layanan bersertifikasi TAT. Pengunjung dapat mencoba lulur tubuh Pattaya Delight Journey dan workshop pembuatan suvenir dari sea glass.

Nithee Seeprae, Deputy Governor for Marketing Communications TAT, menegaskan bahwa TTM 2026 menunjukkan kesiapan Thailand dalam menghadirkan pariwisata bernilai tinggi melalui pengalaman wellness, wisata berbasis alam, serta perjalanan yang kaya budaya dan mempererat hubungan dengan komunitas lokal. TAT juga berkomitmen menyelenggarakan acara dengan prinsip keberlanjutan, termasuk memantau jejak karbon dan mendesain booth yang dapat digunakan kembali.

Salah satu atraksi unik adalah instalasi seni patung penyu laut raksasa bernama “Tanu the Sea Turtle” yang dibuat dari material daur ulang, terinspirasi dari inisiatif lingkungan Ratu Sirikit. Pengunjung juga dapat mengikuti workshop pembuatan perhiasan dari pecahan gelas laut dan merasakan sound healing dengan essential oil.

Ekonomi wellness Thailand pada 2024 mencapai 42,7 miliar dolar AS, didukung oleh kearifan lokal, terapi alami, layanan medis berstandar tinggi, pengobatan herbal, mindfulness retreat, layanan IVF, perawatan estetika, dan kesehatan preventif. Pijat tradisional Thailand yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda juga menjadi daya tarik utama.

Kuliner Thailand turut menjadi penggerak wisata dengan reputasi Bangkok sebagai destinasi kuliner dunia, status Songkhla sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy, perluasan Michelin Guide, serta pengembangan jalur wisata kuliner di berbagai provinsi. Thailand kini juga mengembangkan wisata kuliner Muslim friendly dengan menyediakan makanan bersertifikat halal dan fasilitas musala di pusat perbelanjaan.

Hingga saat ini, Thailand telah menerima lebih dari 14 juta wisatawan mancanegara dengan pendapatan sekitar 679 miliar baht. Pada 2026, Thailand menargetkan pendapatan pariwisata sekitar 2,65 triliun baht dan kedatangan 33 juta wisatawan internasional. TAT menggalang kampanye Travel with Care untuk mendukung pariwisata bertanggung jawab, serta mengembangkan berbagai inisiatif seperti Thailand Tourism Awards, sistem STGs STAR Rating, platform CF Hotels, dan program Trusted Thailand.

Sebanyak 19 destinasi Thailand telah mendapatkan pengakuan dari Green Destinations Foundation, termasuk proyek percontohan Krabi yang mengedepankan pariwisata regeneratif. Berbagai acara seperti InterPride 2026, Global Wellness Summit di Phuket, Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2026, dan festival lainnya dijadwalkan untuk menarik wisatawan sepanjang tahun.

TTM 2026 menegaskan posisi Thailand sebagai destinasi yang mengutamakan kualitas, berfokus pada wellness, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan siap menyambut wisatawan internasional dengan pengalaman yang bermakna.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.