Media Kampung – Pabrik parfum mawar legendaris di Al-Hada, Kota Taif, menjadi sorotan setelah dikunjungi rombongan Media Center Haji bersama jemaah haji dari berbagai negara. Tempat ini dikenal sebagai produsen minyak mawar berkualitas tinggi yang telah beroperasi puluhan tahun.
Para pengunjung tampak antusias menyaksikan proses produksi tradisional yang masih dipertahankan. Mereka tertarik dengan sejarah panjang industri parfum di kawasan yang menawarkan pemandangan perbukitan indah dan udara sejuk tersebut.
Salah satu pegawai pabrik, Abdullah, menjelaskan bahwa proses penyulingan tidak dapat disaksikan langsung saat kunjungan karena bunga mawar sedang tidak musim panen. Menurutnya, mawar Taif biasanya dipanen pada Ramadan dan Syawal.
Proses penyulingan membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam. “Nantinya kalau sudah jadi, akan terpisah antara air dan minyak. Minyak berada di atas, air di bawah,” ujar Abdullah.
Air mawar hasil sulingan kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti sabun, losion, hingga perawatan kulit. Produk tersebut juga dimanfaatkan sebagai bahan teh herbal. “Bisa juga dibuat teh, meski manfaat utamanya adalah aroma,” kata Abdullah.
Kunjungan ini menambah wawasan jemaah tentang budaya dan industri lokal. Pabrik mawar Taif menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang memadukan nilai religi, sejarah, dan keindahan alam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan