Media Kampung – Selama libur panjang 1‑3 Mei 2026, sebanyak 51.575 wisatawan mengunjungi Banyuwangi, menjadikannya lonjakan kunjungan terbesar dalam tiga hari tersebut.
Data resmi menunjukkan 50.719 wisatawan berasal dari dalam negeri sementara 856 wisatawan datang dari luar negeri.
Plt. Kadisbudpar Banyuwangi, Hartono, menyatakan bahwa para pelancong memusatkan kunjungan pada tiga destinasi utama.
Agro Wisata Tamansuruh (AWT) mencatat 8.037 pengunjung, menempati posisi teratas di antara objek wisata.
De Djawatan Forest berada di urutan kedua dengan 7.254 wisatawan, sedangkan Pantai Boom Marina menarik 5.883 orang.
Keberagaman atraksi tersebut mencerminkan daya tarik alam, budaya, dan ekowisata yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi.
Hartono menambahkan, “Lonjakan wisatawan juga berdampak pada sektor perhotelan. Tingkat okupansi hotel meningkat signifikan, di antaranya Villa So Long mencapai 90 persen, Ijen Estate 89 persen, dan Hotel Santika 83 persen,”.
Angka okupansi tersebut menandakan permintaan akomodasi yang tinggi selama periode libur panjang.
Hotel‑hotel lokal melaporkan peningkatan pemesanan secara mendadak, memaksa mereka menyesuaikan layanan untuk memenuhi standar kebersihan dan kenyamanan.
Para pelancong tidak hanya berkunjung ke tempat wisata, tetapi juga menghabiskan waktu di pusat kuliner dan pasar tradisional setempat.
Peningkatan aktivitas ekonomi ini berdampak positif pada pendapatan pedagang, penyedia transportasi, serta usaha kecil yang berada di sekitar lokasi wisata utama.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan cepat berpuas diri atas capaian tersebut.
“Lonjakan wisatawan yang luar biasa ini adalah amanah bagi kami. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan standar wisata agar setiap pengunjung mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan selama berada di sini,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah pada perbaikan infrastruktur, seperti penambahan fasilitas parkir, perbaikan akses jalan, dan peningkatan jaringan listrik di area wisata.
Selain itu, program pelatihan bagi pelaku usaha pariwisata lokal tengah digulirkan untuk meningkatkan layanan pelanggan.
Data kunjungan juga mencerminkan tren peningkatan minat wisata domestik pada destinasi yang menawarkan pengalaman alam dan budaya.
Dengan lebih dari 8.000 pengunjung di Agro Wisata Tamansuruh, daerah tersebut menjadi contoh sukses pengembangan agro‑tourism.
De Djawatan Forest, yang menonjolkan hutan hujan tropis dan jalur trekking, menjadi magnet bagi pecinta ekowisata.
Pantai Boom Marina, dengan pemandangan laut yang menawan, menarik wisatawan yang mencari aktivitas pantai dan kuliner seafood.
Keberhasilan ketiga destinasi ini didukung oleh promosi bersama antara Dinas Pariwisata dan pelaku usaha lokal.
Pengunjung asing, meskipun berjumlah lebih kecil, tetap memberikan kontribusi penting pada diversifikasi pasar wisata Banyuwangi.
Para wisatawan mancanegara tersebut sebagian besar berasal dari negara tetangga, menandakan potensi ekspansi pasar internasional.
Penurunan musim hujan pada awal Mei memberikan kondisi cuaca yang mendukung aktivitas luar ruangan.
Hal ini memperkuat daya tarik Banyuwangi sebagai tujuan liburan singkat bagi penduduk Jawa Timur dan sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten berencana mengoptimalkan momentum ini dengan menggelar festival budaya dan kuliner pada bulan berikutnya.
Acara tersebut diharapkan dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan dan meningkatkan pengeluaran per kapita.
Secara keseluruhan, data kunjungan menunjukkan tren positif yang dapat dijadikan dasar perencanaan strategis sektor pariwisata Banyuwangi ke depan.
Kondisi terbaru menunjukkan okupansi hotel masih berada di level tinggi, dan pihak terkait terus memantau kualitas layanan demi menjaga reputasi destinasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan