Media Kampung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan armada Kereta Ekonomi Kerakyatan pada KA Cikuray mulai 10 Juni 2026. Layanan ini melayani rute Garut–Pasar Senen pulang pergi dengan tarif terjauh Rp45.000.
Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba menyatakan bahwa layanan ini memperkuat mobilitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah. “KA Cikuray selama ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah yang dilaluinya. Melalui konsep Rel Ekonomi Rakyat, KAI ingin menghadirkan layanan yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, pekerja, pelajar, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya,” ujar Anne, Kamis, 4 Juni 2026.
Pengembangan armada baru ini merupakan hasil kerja keras para pekerja Balai Yasa Manggarai. KAI menyesuaikan desain dan karakter layanan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan perjalanan seluruh lapisan masyarakat.
Volume pengguna KA Cikuray terus meningkat. Pada 2022, layanan ini melayani 293.265 pelanggan, naik menjadi 514.767 pada 2023, dan 591.089 pada 2024. Puncaknya, pada 2025 tercatat 615.723 pelanggan. Hingga Mei 2026, KAI telah melayani 266.993 pelanggan.
Sebagai kereta Public Service Obligation (PSO), tarif terjauh relasi Garut–Pasar Senen hanya Rp45.000. Anne menjelaskan bahwa konektivitas yang baik berperan penting bagi perkembangan ekonomi wilayah. “Semakin baik konektivitas yang tersedia, semakin besar pula peluang yang dapat dijangkau masyarakat. Mobilitas yang lancar akan mendukung produktivitas usaha, memperkuat perdagangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan lapangan pekerjaan,” kata Anne.
Selain itu, KAI tengah menyiapkan konsep layanan baru Kereta Petani dan Pedagang yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM setempat.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian: Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen. Jalur ini melintasi daerah dengan potensi ekonomi beragam, mulai dari kawasan pertanian Garut hingga pusat ekonomi nasional Jakarta.
Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya menambahkan, “Kereta api tumbuh bersama masyarakat yang dilayaninya. Seiring berkembangnya mobilitas dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah, KAI akan terus menghadirkan layanan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertumbuhan daerah dan kesejahteraan masyarakat.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan