Media Kampung – Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas, secara terbuka mendesak Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mundur dari jabatannya setelah Piala Dunia 2026. Desakan ini muncul di tengah kritik terhadap wacana penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

Tebas, yang dikenal sebagai sosok vokal dalam sepak bola Spanyol dan Eropa, menilai bahwa kepemimpinan Infantino telah membawa FIFA ke arah yang tidak sehat. Ia mengkritik rencana ekspansi Piala Dunia yang dianggap hanya menguntungkan kepentingan komersial tanpa mempertimbangkan kualitas kompetisi dan kesejahteraan pemain.

Baca juga:

Mengapa Wacana 64 Tim Menuai Protes?

Rencana FIFA untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia dari 48 menjadi 64 tim pada edisi mendatang dinilai kontroversial. Banyak kalangan sepak bola, termasuk Tebas, berpendapat bahwa format tersebut akan menurunkan kualitas pertandingan dan membebani jadwal pemain yang sudah padat. Selain itu, kekhawatiran terhadap integritas kompetisi dan potensi dominasi tim-tim lemah juga menjadi sorotan.

Baca juga:

Dampak Terhadap Sepak Bola Global

Jika rencana ini terealisasi, Piala Dunia akan menjadi turnamen dengan jumlah peserta terbesar dalam sejarah. Namun, para kritikus khawatir hal ini justru akan mengurangi gengsi turnamen dan memperlebar kesenjangan antara tim kuat dan lemah. Tebas menegaskan bahwa FIFA seharusnya fokus pada pengembangan sepak bola yang berkelanjutan, bukan sekadar ekspansi jumlah peserta.

Baca juga:

Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas desakan Tebas. Namun, kontroversi ini diprediksi akan terus bergulir, terutama setelah Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.